Tiongkok Dukung Upaya Normalisasi Selat Hormuz
📅 Selasa, 21 Apr 2026, 16:32 WIB | Oleh: Deri HenriawanBEIJING - Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan bahwa normalisasi Selat Hormuz merupakan prioritas utama bagi Tiongkok maupun masyarakat internasional sehingga harus terus diupayakan.
Hal itu disampaikan saat berbicara melalui telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Senin (20/4) sore.
"Selat Hormuz harus tetap mempertahankan kelancaran lalu lintas pelayaran yang normal, karena jalur tersebut melayani kepentingan bersama negara-negara di kawasan tersebut maupun masyarakat internasional. Tiongkok mendukung negara-negara di kawasan tersebut dalam membangun 'rumah bersama' yang dilandasi semangat bertetangga baik," kata Presiden Xi dalam laman Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang dikutip ANTARA di Beijing, Selasa (21/4).
Mengenai situasi terkini di Timur Tengah dan kawasan Teluk, Presiden Xi menegaskan bahwa Tiongkok menyerukan gencatan senjata sesegera mungkin dan komprehensif.
"Tiongkok mendukung segala upaya yang kondusif bagi pemulihan perdamaian, serta mendukung penyelesaian sengketa melalui jalur politik dan diplomatik," tambah Presiden Xi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Xi juga menyatakan bahwa Tiongkok sangat mementingkan hubungan dengan Arab Saudi, dan senantiasa menjaga sikap saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan dengan Arab Saudi.
Sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman menyatakan konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Timur Tengah mengancam keamanan negara-negara Teluk serta memberikan gangguan hebat terhadap pasokan energi global dan kinerja ekonomi dunia.
"Arab Saudi berkomitmen untuk menyelesaikan sengketa dan perbedaan pendapat melalui dialog, serta berharap dapat mencegah terjadinya eskalasi lebih lanjut," kata Mohammed bin Salman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebut Tiongkok merupakan negara besar yang bertanggung jawab, yang secara konsisten menjunjung tinggi posisi yang adil serta mendukung negara-negara Timur Tengah dalam mengupayakan semangat bertetangga baik, dialog, dan kerja sama.
"Arab Saudi siap memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Tiongkok guna menjaga gencatan senjata, mencegah berulangnya permusuhan, menjamin keselamatan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, serta bekerja sama untuk menemukan jalan menuju perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan tersebut," katanya menambahkan.
Konflik Iran-Amerika Serikat dan Israel hingga saat ini juga belum mereda dengan Presiden AS Donald Trump mengancam akan meledakkan “banyak bom” jika gencatan senjata dengan Iran berakhir.
"Banyak bom akan mulai meledak," kata Trump kepada PBS News, Senin (20/4), ketika ditanya tentang kemungkinan tersebut.
Pada Minggu (19/4), Trump mengatakan delegasi AS sedang menuju Islamabad, Pakistan, untuk putaran kedua negosiasi dengan Iran pasca putaran pertama perundingan pada 11-12 April lalu gagal menghasilkan kesepakatan.
Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Minggu (19/4) mengatakan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk menggelar putaran baru perundingan dengan AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!