Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Puncak Kemarau di Banten Diprediksi BMKG pada Juli hingga Agustus 2026

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 17:53 WIB | Oleh:
Puncak Kemarau di Banten Diprediksi BMKG pada Juli hingga Agustus 2026 Doc: Istimewa
Ket. Kondisi Danau Tasikardi, Kabupaten Serang di musim kemarau.

SERANG, BANTEN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Provinsi Banten akan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, sehingga masyarakat diimbau mulai melakukan langkah antisipasi dengan menghemat penggunaan air bersih.

Ketua Bidang Meteorologi dan Klimatologi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Banten, Nely Ramah Kurniawati, di Serang, Selasa (7/4), mengatakan musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan panjang akibat pengaruh fenomena El Nino.

"Masyarakat diminta untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang berpotensi lebih kering. Kami mengimbau untuk menghemat penggunaan air bersih serta mewaspadai potensi kekeringan dan kebakaran lahan," kata Nely.

Ia menjelaskan secara bertahap wilayah Banten mulai memasuki musim kemarau pada rentang akhir Maret hingga Juni. Namun saat ini wilayah tersebut masih berada dalam masa transisi atau pancaroba yang diperkirakan berlangsung hingga awal Juni 2026.

Meski secara klimatologi mulai memasuki kemarau, Nely menyebutkan hujan deras masih berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari. Hal ini dipicu oleh pemanasan permukaan yang kuat pada siang hari dengan tingkat kelembapan udara yang masih cukup tinggi, yakni berkisar 60 hingga 95 persen.

"Kondisi panas terik memicu penguapan air secara intensif yang mengangkat massa udara hangat dan lembap ke atmosfer. Proses konveksi ini membentuk awan Cumulonimbus yang memicu hujan lebat disertai kilat dan angin kencang," jelasnya.

Oleh karena itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan ganda. Di satu sisi waspada terhadap bencana hidrometeorologi jangka pendek seperti banjir lintasan di wilayah rawan seperti Kabupaten Pandeglang dan Lebak, kata dia, di sisi lain bersiap menghadapi krisis air pada puncak kemarau mendatang.

Nely juga menyarankan agar masyarakat proaktif memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi informasi meteorologi.

"Untuk memantau kondisi terkini, warga dapat mengecek prakiraan cuaca Provinsi Banten di media sosial @bmkgwilayah2 secara berkala," ucap Nely. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Kasus Kekerasan Seksual Mem...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.