Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Harus Tahu! Tak Hanya Faktor Cuaca, BMKG Sebut Fenomena Ini Turut Sebabkan Banjir Rob yang Buat 8.000 KK Terdampak

📅 Rabu, 25 Mei 2022, 15:24 WIB | Oleh:
Masyarakat Harus Tahu! Tak Hanya Faktor Cuaca, BMKG Sebut Fenomena Ini Turut Sebabkan Banjir Rob yang Buat 8.000 KK Terdampak Doc: Antara
Ket. Banjir rob landa pesisir Semarang

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menuturkan banjir rob yang melanda pesisir Semarang dan sekitarnya terjadi karena berkaitan dengan fenomena perigee atau bulan pada jarak terdekat dengan bumi.

"Selain faktor curah hujan di beberapa wilayah, gelombang tinggi di Laut Jawa yang mencapai 1,25 - 2,5 meter juga memberikan dampak terhadap peningkatan banjir rob di wilayah tersebut," tutur Eko seperti dikutip dari Antara.

Eko menuturkan sejak 13 Mei 2022, pihaknya telah merilis informasi potensi banjir pesisir di beberapa wilayah Indonesia bersamaan adanya fase bulan purnama dan kondisi Perigee tersebut. Di mana, BMKG memprediksi kondisi banjir rob di sebagian utara Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dapat berlangsung hingga 25 Mei 2022.

"Banjir pesisir mulai terjadi sejak tanggal 14 Mei 2022, potensi banjir pesisir ini dapat terjadi hingga 25 Mei 2022," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo dalam keterangan tertulis pada Selasa (24/5), seperti dikutip dari Antara.

Atas kejadian ini, Eko mengimbau masyarakat untuk bersiap mengantisipasi dampak dari banjir yang menerjang pesisir tersebut serta memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim dari BMKG.

"Ketinggian banjir pesisir berbeda di tiap wilayah. Namun demikian, kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati lebih dulu menuturkan bahwa BMKG telah menerapkan paradigma Preventive Maintenance sebagai langkah untuk menjaga kualitas produk data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Langkah ini dilakukan karena BMKG tidak ingin "kecolongan" dengan kejadian bencana alam.

"Tidak hanya penambahan instrumen alat saja, namun pemeliharaan seluruh peralatan operasional juga menjadi prioritas utama BMKG, terutama yang berkaitan dengan sistem peringatan dini," tandasnya seperti dikutip dari Antara.

Adapun saat ini, Eko menuturkan banjir rob melanda di pesisir Pantai Tegal, Wonokerto-Pekalongan, Pantai Sari-Pekalongan, Pantai Batang, dan Pantai Tawang Kendal, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jalan Raya Genuk Semarang-Demak, Pantai Karang tengah Demak, Pantai Rembang, serta pesisir Jawa Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.