Mengagetkan, Ada Apa Tiba-tiba Penjaga Makam Korban Letusan Gunung Krakatau Tahun 1883 Sampaikan Ini
Selasa, 26 Apr 2022, 12:26 WIB | Oleh: Tim PenulisPembangunan Masjid Adzikri itu dibangun sekitar tahun 1890 atau tujuh tahun setelah Gunung Krakatau meletus.
Masjid yang berusia satu abad lebih itu kini tetap masih utuh dan kokoh, bahkan pemugaran bagian depan dan ruangan, termasuk toilet pada tahun 2005 dan 2007.
Kondisi masjid Adzikri Muruy tertua di Banten juga empat tiang kayu penyangga bagian tengah masih utuh tanpa keropos.
Saat itu, kata dia, Kampung Muruy dijadikan tempat lokasi pengungsian bagi warga pesisir pantai barat Provinsi Banten yang terdampak bencana Gunung Krakatau.
Selama tinggal di lokasi pengungsian Syech Asnawi membangun masjid hingga menikah dengan penduduk setempat.
"Warga tetap melestarikannya," katanya menjelaskan.
Menurut dia, masjid Adzikri Muruy pernah dimasuki pasukan Belanda pada agresi kedua tahun 1948.
Pasuka Belanda itu mengumpulkan warga dan tokoh setempat di masjid untuk berdialog, namun hanya dihadiri beberapa orang saja.
Beruntung, pasukan Belanda yang dilengkapi senjata tidak melakukan kekerasan hingga penembakan.
Saat Ramadhan Masjid Adzikri Muruy seluas 400 meter persegi dengan daya tampung 350 orang menggelar pengajian tadarusan Al Quran, dakwah, Shalat Tarawih dan diskusi keagamaan.
Kegiatan agama selama Ramadhan di masjid itu cukup penuh sejak buka puasa hingga usai Shalat Subuh.
"Kami sudah mengagendakan setiap Ramadhan menggelar kegiatan keagamaan," katanya menjelaskan.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati mengatakan pihaknya kini siap siaga untuk mengantisipasi erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda guna mengurangi risiko kebencanaan.
Saat ini, kata dia, aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan signifikan sehingga statusnya dinaikkan dari Waspada Level III menjadi Siaga Level II pada 24 April 2022.
Dengan kenaikan status tersebut, nelayan dan warga agar tidak mendekat kawasan Gunung Anak Krakatau karena mengeluarkan lava pijar.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah menyampaikan perubahan zona aman menjadi radius lima kilometer dari sebelumnya dua kilometer (km).
"Kami terus selalu menggalakkan siap siaga selama 24 jam juga memonitor informasi dari BMKG dan PVMBG untuk mengetahui perkembangan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, " kata Lilis.
Menurut dia, selama ini, pesisir pantai Pandeglang berhadapan langsung dengan Gunung Anak Krakatau.
Jika terjadi letusan dipastikan menimpa warga Carita, Labuan, Panimbang dan Sumur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!