Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ditjen Hubdat Lakukan Strategi Urai Kepadatan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 11:05 WIB | Oleh:
Ditjen Hubdat Lakukan Strategi Urai Kepadatan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Doc: Dok. Isti

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur berupaya mengurai kepadatan panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk yang terjadi beberapa hari terakhir. Sejumlah strategi dilakukan, salah satunya penambahan tiga kapal besar 5000 GT dari Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Merak.

"Untuk mempercepat pengangkutan muatan, akan dilakukan penambahan operasional kapal besar sebanyak dua unit dari Pelabuhan Padangbai dan satu unit dari Pelabuhan Merak," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (5/9).

Selain itu, Ia menuturkan skema Tiba - Bongkar - Berangkat (TBB) juga masih dilaksanakan untuk mempercepat proses bongkar muat kapal dan pergerakan kendaraan.

“Untuk mempercepat proses bongkar muat kami terapkan skema TBB, skema ini juga mempersingkat waktu sandar kapal dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas layanan sekaligus mempercepat pergerakan kendaraan secara bertahap. Setiap kapal yang tiba di Pelabuhan Gilimanuk dari Pelabuhan Ketapang maupun sebaliknya, langsung bongkar dan berangkat lagi untuk mengangkut muatan,” imbuhnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Ditjen Perhubungan Laut, Kepolisian daerah Jawa Timur, Pemerintah Daerah Jawa Timur, dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk menambah operasional dua kapal pada lintasan Pelabuhan Tanjung Wangi tujuan Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Jangkar.

Kemudian, Dirjen Aan menjelaskan pihaknya juga melakukan pemisahan antrean kendaraan berdasarkan berat muatan. Kendaraan dengan berat tertentu diarahkan ke dermaga yang mendukung berat muatan kendaraan tersebut.

“Kami juga menerapkan pemisahan antrean kendaraan berdasarkan berat muatan melalui stikerisasi. Kendaraan dengan berat ≤35 ton diarahkan ke dermaga dengan daya dukung ≤35 ton dan dengan berat >35 ton diarahkan ke LCM atau dermaga dengan daya dukung minimal 50 ton,” katanya.

Di samping itu, langkah penanganan lainnya juga telah disiapkan Ditjen Hubdat bersama _stakeholders_ untuk mengurai kepadatan di antaranya proses revitalisasi dermaga II Ketapang akan dipercepat, menyiapkan _bufferzone_ alternatif, serta akan mengaktifkan Pelabuhan Jangkar khusus untuk kendaraan logistik tujuan Pelabuhan Lembar dan kendaraan kecil tujuan Pelabuhan Celukan Bawang.

Sebelumnya, pada hari Jumat (4/9) dilaporkan terdapat antrean di luar Pelabuhan Ketapang sepanjang kurang lebih 12 Km yang didominasi oleh kendaraan angkutan barang. Adapun kepadatan ini terjadi dikarenakan adanya peningkatan volume kendaraan logistik dan kapasitas angkut berkurang akibat adanya pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga MB II dari 35 ton menjadi 50 ton di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. 

Faktor lainnya karena jumlah kapal yang beroperasi berkurang dari 28 unit menjadi 23 unit (di Dermaga MB sebanyak 14 kapal dan Dermaga LMC sembilan kapal). Lalu pada trayek Tanjung Wangi (Banyuwangi)-Gili Mas (Lombok Barat) hanya dioperasikan oleh dua unit kapal dari kondisi normal empat unit, serta masih adanya kerusakan pada Dermaga Bulusan sebagai dermaga penyangga sehingga belum dapat dioperasikan secara maksimal.

Dirjen Perhubungan Darat turut mengimbau pengguna jasa penyeberangan diharapkan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran, ketertiban, dan keselamatan selama proses antrean dan penyeberangan.

"Kami memahami kondisi saat ini adanya kepadatan sehingga masyarakat sebagai pengguna layanan penyeberangan harus menunggu lebih lama dan kami berharap masyarakat tetap mengikuti pengaturan antrean yang berlaku. Kami mengimbau juga para pengguna jasa penyeberangan untuk selalu ikuti arahan petugas, kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan untuk kelancaran dan keselamatan penyeberangan," pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Lisa dan Jisoo BLACKPINK Kompak Rilis Lagu Baru

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Rona
Lisa dan Jisoo BLACKPINK Ko...
Megapolitan
Tangerang Raya Redup Tersel...
Olahraga
Zheng Qinwen Coba Adang Swi...

Lumayan, Hasil Laga Pembuka PSIM Meraih Satu Poin

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Lumayan, Hasil Laga Pembuka...
Advertisement
Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.