Ini Penjelasan BMKG Soal Hilal Idulfitri 1443 Hijriah Berpotensi Terlihat di Tanggal Ini, Lebaran Bareng?
📅 Jumat, 22 Apr 2022, 11:35 WIB | Oleh: Zulfikar Ali Husen
Doc: Istimewa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hilal atau bulan baru menandakan Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah akan tampak pada Minggu 1 Mei sore.
Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono menyebutkan perkiraan tersebut diketahui dari penghitungan (hisab) yang dilakukan BMKG.
"Berdasarkan data-data tersebut di atas, pengamatan rukyat hilal pada 1 Mei 2022 hilal berpotensi terlihat (teramati), namun tergantung kondisi cuaca saat pengamatan di setiap lokasi pengamatan," ujar Rahmat dalam keterangan tertulis, Jumat (22/4).
Rahmat memaparkan konjungsi atau ijtimak awal bulan Syawal 1443 H di Indonesia terjadi awal matahari terbenam pada Minggu 1 Mei. Kemudian, umur bulan baru berkisar 12 hingga 15 jam 30 menit saat matahari terbenam.
Dirinya mengatakan tinggi hilal saat matahari terbenam berkisar di antara 3,79 derajat di Merauke, Papua dan hingga 5,57 derajat di Sabang, Aceh. Elongasi hilal sebesar 4,88 derajat di Oksibil, Papua hingga 6,35 derajat di Sabang, Aceh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun demikian, BMKG tidak mau terburu-buru menjatuhkan hari Lebaran Idulfitri pada Senin (2/5). BMKG memohon masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah.
"Untuk mengawali bulan Syawal 1443 H (2022 M), umat Islam Indonesia sebaiknya menunggu pengumuman Menteri Agama Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2022 setelah proses pengamatan hilal," katanya.
Belakangan, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memperkirakan hal yang sama. Dirinya menyebut 1 Syawal 1443 Hijriah atau Idulfitri 2022 jatuh pada 2 Mei.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, dalam perkiraan tersebut tepat, maka waktu Lebaran yang ditetapkan pemerintah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan jatuh pada hari yang sama. Namun, waktu awal Ramadan yang ditetapkan pemerintah dan Muhammadiyah berbeda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!