Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krakatau Steel Kembangkan Produk Bernilai Tambah

📅 Jumat, 01 Apr 2022, 11:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Krakatau Steel Kembangkan Produk Bernilai Tambah Doc: ISTIMEWA

CIKARANG - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor besi baja, Krakatau Steel mengembangkan produk baja bernilai tambah bernama KRASHome, yakni bangunan hunian berbahan dasar konstruksi baja modern dengan konsep Light Pre-Engineered Building (Light PEB). Untuk itu, Krakatau Steel menggandeng PT Tata Metal Lestari dengan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Pengembangan Total Steel Solution.

"KRASHome ini adalah hasil dari perpaduan desain struktur Cold-Form Galvalume Steel dengan penggunaan material berkualitas tinggi. Konsep Light Pre-Engineered Building ini berarti konstruksinya ringan dan mudah dirangkai," kata Direktur Pengembangan Usaha Krakatau Steel Purwono Widodo di Cikarang, Kamis (31/3).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pengembangan Usaha Krakatau Steel Purwono Widodo dan Presiden Direktur PT Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi. Purwono menyampaikan, bahan baku dari Cold-Form Galvalume Steel yang digunakan PT Tata Metal Lestari merupakan produk Cold Rolled Coil (CRC) Krakatau Steel dengan spesifikasi CRC full hard SPCC 1D.

Menurut Purwono, sistem pemasangan KRASHome yang efektif dan efisien menghasilkan bangunan yang kuat dan cepat pembangunannya. Penggunaan baja purlin atau baja lapis galvanis kekuatan tinggi (hi-ten) untuk seluruh struktur utama dari baja lapis aluminium-zinc, membuat umur pakai bangunan menjadi lebih panjang dan ekonomis.

"Semua komponen baja Purlin diproduksi dengan sistem cut to length (sesuai kebutuhan) sehingga tidak ada bahan terbuang. Lubang baut juga dibuat secara otomatis dan terintegrasi dengan produksi baja Purlin sehinga menghasilkan produk yang lebih presisi," lanjut Purwono.

Ekspansi Pasar

Produk KRASHome juga nantinya akan membantu memperluas pasar baja Krakatau Steel yang diperkuat dengan mitra strategis Krakatau Steel, yakni PT Tata Metal Lestari, yang juga sudah dikenal dengan produk baja purlinnya di pasar konstruksi Indonesia.

Stephanus menyatakan sebelumnya PT Tata Metal Lestari sudah membuat hunian berbasis konstruksi baja yang ditujukan untuk bantuan pembangunan rumah pasca bencana. "Ciri khas hunian berbasis konstruksi baja dari PT Tata Metal Lestari adalah proses perangkaiannya yang mudah dilakukan dan relatif cepat, karena itu yang dibutuhkan di daerah-daerah yang terkena bencana. Dari situ kami menginisiasi hal serupa yang ditujukan untuk pembangunan mess karyawan seperti KRASHome ini," ujar Stephanus.

Penggunaan sistem koneksi struktur baja menggunakan baut/mur anti karat memudahkan untuk bongkar pasang konstruksi baja yang struktur bajanya menggunakan material coated steel high-tensile.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.