Pemerintah Harus Jamin Investor Mendapat Energi Bersih
📅 Jumat, 18 Feb 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSharma menyatakan pihaknya berkomitmen mengimplementasikan kesepakatan tersebut dengan seluruh stakeholders, termasuk dengan President Designate COP27 Mesir dan Presidensi G7 Jerman. Dia juga yakin, bersama Presidensi G20 Indonesia akan tercapai sinergitas di berbagai sektor dan isu dalam rangka penanganan perubahan iklim dan menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) secara global.
Untuk itu, pihaknya siap untuk mendukung Indonesia dalam rangka implementasi kesepakatan Glasgow tersebut seiring dengan Presidensi di G20.
Menko Perekonomian pada kesempatan itu mengatakan sinergi COP26 dengan G20 sebagai upaya menuju net zero emission, dan transisi energi serta kerja sama dalam konteks hubungan bilateral Indonesia-Inggris.
Berkaitan dengan transisi energi, Indonesia, kata Airlangga, tengah mengkaji mekanisme pembiayaan yang tepat guna mewujudkan langkah transformatif tersebut. Hal itu perlu dibarengi dengan upaya mendorong investasi di bidang renewable energy yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia (antara lain hydropower dan solar), termasuk teknologi carbon capture and storage yang membutuhkan pembiayaan besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejalan dengan Glasgow Climate Pact, Indonesia pun telah meluncurkan skema pembiayaan inovatif dalam rangka mempercepat penutupan pembangkit listrik berbasis batu bara dengan menggandeng ADB melalui Energy Transition Mechanism serta pemanfaatan gas amonia untuk pembangkit listrik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!