Qatar Bangga Miliki Stadion Bongkar-Pasang bagi Piala Dunia 2022 yang Berkelanjutan
📅 Jumat, 03 Des 2021, 14:43 WIB | Oleh: Ilham SudrajatTapi menurutnya, mengimbangi emisi yang tidak dapat dihindari dengan menanam satu juta pohon seperti yang dijanjikan Qatar - alih-alih menggunakan tenaga surya atau energi angin untuk menerangi dan mendinginkan tujuh dari delapan stadion - tidaklah bersifat berkelanjutan.
"Ini seperti greenwashing hanya untuk mengkompensasi," kata Sommer dalam sebuah sesi wawancara dengan Deutsche Welle pada akhir bulan lalu.
Rencana Peninggalan
Piala Dunia 2022 telah diundur selama lima bulan untuk menghindari sengatan musim panas. Namun Qatar masih diperkirakan akan menggunakan AC bertenaga bahan bakar fosil di stadion terbuka pada November dan Desember tahun depan. Ini pula yang mereka lakukan di pusat perbelanjaan luar ruangan, pasar, dan di sepanjang trotoar yang sibuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sommer percaya pada saat isu perubahan iklim menjadi perhatian utama, masih terus ada desakan bagi negara-negara tuan rumah untuk membangun struktur bangunan baru yang megah untuk acara besar seperti Piala Dunia dan Olimpiade.
"Pertama saya akan mengajukan pertanyaan, apakah benar-benar perlu membangun stadion hanya untuk satu tujuan," kata Sommer. "Jadi mereka berencana untuk membongkarnya nanti… Tapi tidak bisakah pertandingan ini dimainkan di stadion yang sudah ada? Membangun stadion baru hanya untuk acara ini dan sudah merencanakan itu tidak akan digunakan lagi, karena Anda tidak membutuhkannya lagi, ya, itu bukan hal yang benar-benar berkelanjutan," imbuh dia.
Namun insinyur asal Qatar, Bodour Al-Meer, menegaskan bahwa saat ini negaranya berada di jalur menuju keberlanjutan. "Kami memiliki rencana peninggalan (legacy) yang terperinci untuk setiap gedung baru yang kami bangun, termasuk stadion-stadion kami," ujar Bodour Al-Meer.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pikir strategi legacy bagi negara tuan rumah acara-acara besar akan menjadi lebih penting di masa depan sebagai dampak dari Qatar 2022," pungkas dia. DW/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!