Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anti Kantong Jebol, Ini Trik Rahasia Beli Satu Baju Lebaran untuk Tiga Gaya Berbeda ala Dama Kara

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 18:15 WIB | Oleh:
Anti Kantong Jebol, Ini Trik Rahasia Beli Satu Baju Lebaran untuk Tiga Gaya Berbeda ala Dama Kara Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Salah satu produk dari jenama lokal yang dijual di toko Modest Luxe, Sarinah, Jakarta pada Senin (24/2).

JAKARTA - Merayakan hari kemenangan tidak selalu harus identik dengan tumpukan belanjaan baju baru yang hanya sekali pakai. Pendiri sekaligus desainer jenama lokal Dama Kara, Nurdini Prihastiti, mengajak masyarakat untuk beralih ke strategi belanja cerdas melalui konsep buy better atau memilih kualitas di atas kuantitas.

Dengan pemilihan material dan desain yang tepat, satu helai busana Lebaran kini dapat bertransformasi menjadi berbagai gaya, mulai dari tampilan formal untuk silaturahmi hingga gaya kasual untuk bekerja.

"Dari membeli lebih baik (buy better) atau punya kualitas yang baik, satu baju yang kita kenakan itu bisa jadi beberapa gaya," kata Dini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dini mengatakan cara pertama untuk mensiasati agar kantong tidak 'jebol' untuk membeli baju lebaran adalah dengan memilih produk dengan kualitas baik dan tahan lama.

Pakaian tersebut dapat dipadukan secara berbeda di berbagai kesempatan. Di sisi lain, usahakan memilih pakaian yang tetap bisa dikenakan seperti pergi ke kantor maupun pesta pernikahan.

Misalnya, dengan membeli kemeja dengan sentuhan Sashiko atau memiliki motif berupa sulaman dari tusukan kecil khas Jepang.

"Jadi dia ada kancingnya, tapi kalau dibuka, dia bisa jadi seperti two in one look begitu," kata dia.

Kemeja tadi, katanya, akan memiliki kesan yang berbeda jika dipakaikan lagi dengan obi atau ikat pinggang ala Jepang.

"Jadi ada totalnya tiga tampilan begitu. Konsumen itu suka sesuatu yang bisa dipakai untuk beberapa kesempatan ya, jadi kayak cukup beli satu tapi bisa dapat beberapa gaya yang berbeda," tambah Dini.

CEO Scarf Media Temi Sumalin menambahkan masyarakat dapat memilih produk yang berkelanjutan agar pakaian yang pernah digunakan, dapat terus dikenakan dengan cara yang berbeda-beda.

Dengan demikian, masyarakat tak melulu harus membeli baju baru setiap kali lebaran tiba.

"Sebenarnya kami tidak melarang untuk masyarakat berbelanja, tapi justru kita mengarahkan konsumen untuk membeli dengan lebih baik. Kenapa? karena dengan memilih produk yang berkualitas, tentunya ini akan lebih panjang umurnya," kata Temi.

Dalam kesempatan itu, Temi juga menyampaikan sejumlah hal yang bakal menjadi tren pada busana Lebaran di tahun 2026. Dia mencontohkan kehadiran abaya akan menjadi favorit masyarakat, disusul dengan warna-warna dasar (basic), serta penggunaan pashmina dengan motif abstrak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.