Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OJK NTB Tetapkan Kakao Sebagai Komoditas Prioritas Ekonomi Daerah

📅 Senin, 22 Jun 2026, 03:25 WIB | Oleh:
OJK NTB Tetapkan Kakao Sebagai Komoditas Prioritas Ekonomi Daerah Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB Rudi Sulistyo.

MATARAM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan kakao sebagai komoditas prioritas strategis guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani lokal, Minggu (21/6).

"Kami menetapkan kakao sebagai komoditas prioritas karena memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo dalam pernyataan di Mataram, Minggu.

Rudi mengatakan pemilihan kakao sebagai komoditas prioritas berdasarkan peluang pengembangan usaha yang masih terbuka luas di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Data terakhir yang dirilis Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB menyebut sebanyak 60 persen perkebunan kakao berpusat di Lombok Utara dengan jumlah produksi 1.669 ton biji kering per hektare dan digeluti oleh 4.600 kepala keluarga.

Nusa Tenggara Barat mulai mengembangkan komoditas kakao melalui Proyek Pengembangan dan Penyuluhan Pertanian Daerah (P4D) sekitar era 1980-an. Beberapa varietas kakao unggulan NTB, antara lain Ijo KajumanBeneng Jomot, dan Inderti DM01.

OJK telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kelompok petani kakao di Lombok Utara, guna membantun ekosistem usaha perkebunan yang berkelanjutan. 

"Kami juga melibatkan sektor asuransi dalam upaya memperkuat perlindungan usaha petani," ucap Rudi.

OJK memetakan berbagai kebutuhan utama yang masih menjadi tantangan mulai dari akses pembiayaan, kepastian pasar, hingga perlindungan usaha bagi para petani kakao.

Bahkan, sebagian petani masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan untuk pengembangan usaha tani dan membutuhkan perusahaan penampung hasil produksi agar rantai pasok kakao lebih terjamin.

Rudy menilai pemahaman petani terhadap manfaat asuransi masih relatif rendah. Padahal, perlindungan asuransi sangat penting untuk memitigasi risiko gagal panen maupun gangguan produksi yang dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Eropa Belum Aman, Inflasi Zona Euro Naik Lagi

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Eropa Belum Aman, Inflasi Z...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.