Cegah Anak 'Stunting' Tak Perlu Mahal
📅 Sabtu, 28 Agu 2021, 08:31 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupSayangnya, gerakan percepatan penurunan target itu terhambat pandemi Covid-19. Penyebabnya, karena orang tua tidak mempunyai pekerjaan yang berujung tidak memiliki uang. Daya beli masyarakat berkurang hingga ruang fiskal pemerintah yang terbatas.
Angka stunting naik saat pandemi Covid-19. Setidaknya, kurang lebih dua juta anak yang diperkirakan mengalami permasalahan gizi khususnya wasting di low and middle income countries (LMICs) yang bisa mengakibatkan stunting pada anak.
Di Indonesia sendiri, sebanyak 14 provinsi yang berada pada batas high 20 persen sampai 30 persen dan hanya DKI Jakarta saja dengan prevalensi yang medium. Sementara itu, angka stunting tertinggi berada di 19 provinsi yang bertumpuk pada batas very high di atas 30 persen, dan provinsi paling tinggi adalah NTT sebanyak 42,7 persen, Sulawesi Barat 41,6 persen, dan Aceh 37,1 persen.
BKKBN akan berupaya memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini. Saya dengar dari salah satu profesor yang mengatakan bahwa angka stunting akan menjadi tinggi pada 2020 dan 2021, untuk itu perlu tindakan yang lebih agar angkanya tidak naik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagaimana keterlibatan BKKN dalam penanganan Covid-19?
BKKBN mengemban tugas baru tentang stunting dan juga harus terlibat secara aktif di dalam penanganan Covid-19 terutama di dalam pemberian vaksinasi untuk ibu hamil dan juga anak-anak. Kita diminta untuk mendukung sukses untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada anak-anak dan juga pada ibu hamil pada kesempatan kali ini saya sampaikan pemberian vaksinasi pada anak-anak sudah sangat jelas dan sudah sangat tepat diberikan untuk langkah pertama pada usia 12-17 tahun.
Sedangkan terkait dengan vaksin untuk ibu hamil tentu kajian-kajian sudah banyak ada laporan CDC dari Amerika sudah memberikan rekomendasi catatan bahwa penelitian-penelitian vaksin untuk ibu hamil terbukti sudah diteliti dibandingkan antara yang tidak hamil dan yang hamil maka efek sampingnya tidak bermakna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Riwayat Hidup*
Nama: dr. Hasto Wardoyo, SP. OG.(K)
Tempat, tanggal lahir: Kulon Progo, Yogyakarta, 30 Juli 1964
Pendidikan:
- Sarjana Kedokteran UGM (1989)
- Spesialis I Kedokteran UGM (2000)
- Spesialis II Kedokteran UGM (2006)
Karier:
- Kepala Puskesmas Kahala,Kab. Kutai, Kalimantan Timur (1990)
- Kepala Puskesmas Melak,Kab.Kutai, Kalimantan Timur (1991)
- Kepala Puskesmas Lok Tuan Bontang Utara, Kab. Kutai, Kalimantan Timur (1994)
- Staf hingga Kepala Instansi Kesehatan Reproduksi & Bayi Tabung, RSUP Dr.Sardjito (1995-2011)
- Dosen Fakultas Kedokteran UGM (2000-2011)
- Bupati Kulon Progo (2011 -2019)
- Kepala BKKBN (2019 -Sekarang)
Penghargaan:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!