Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Dinilai Pengusaha Kapal sebagai Langkah Positif Jamin Sektor Swasta Tumbuh

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 18:40 WIB | Oleh:
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Dinilai Pengusaha Kapal sebagai Langkah Positif Jamin Sektor Swasta Tumbuh Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menilai kebijakan ekspor satu pintu komoditas sumber daya alam (SDA) strategis merupakan langkah positif, meski tetap memberikan catatan agar implementasinya tetap menjamin ruang swasta nasional untuk bertumbuh.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, kebijakan ekspor satu pintu patut diapresiasi, sebagai upaya pemerintah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia.

"Kami melihat kebijakan ini sebagai terobosan pemerintah untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Fokus utamanya adalah perbaikan sistem dan transparansi perdagangan,” kata Carmelita, Minggu (28/06).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan pembentukan Badan Pengelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) No  24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA Strategis Indonesia, kebijakan ekspor satu pintu SDA strategis tersebut mulai berlaku pada 1 Juni 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 1 Januari 2027.

Untuk keperluan tersebut, Danantara membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ekspor. Pada tahap awal, ekspor satu pintu SDA strategis ditujukan untuk komoditas batu bara, kelapa sawit dan Paduan besi (ferro aloy).

Meski demikian, Carmelita memberikan catatan bahwa pembentukan BUMN Ekspor harus diarahkan untuk memperkuat tata kelola ekspor yang lebih transparan dan akuntabel, sekaligus tetap menjalankan fungsinya sebagaiagen pembangunan bangsa, bukan semata-mata berorientasi pada pencapaian keuntungan.

Dengan peran tersebut, BUMN diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonominasional yang merata, memperkuat sektor-sektor strategis, serta membangun kemitraan yang baik dengan sektor swastanasional.

Sementara itu, sektor swasta harus tetap memperoleh ruang untuk terus berkembang. Menurut Carmelita, di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global saat ini, dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi dan iklim usaha yang kondusif agar dapat terus berkembang, meningkatkan daya saing, serta memperluas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

"Bagaimanapun swasta nasional merupakan salah satupenggerak utama ekonomi Indonesia. Karena itu, implementasi kebijakan ini perlu menjaga keseimbangan antara peran BUMN sebagai agen pembangunan bangsa dan ruang bagi sektor swasta untuk terus bertumbuh," ujarnya.

Untuk itu, sambung Carmelita, INSA akan terus mengikuti perkembangan implementasi kebijakan ekspor satu pintu ini karena dampak nyatanya masih memerlukan waktu untuk dapat dinilai secara menyeluruh.

Sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam rantai logistik ekspor nasional, INSA akan mencermati berbagai implikasi kebijakan tersebut terhadap sektor pelayaran nasional, sekaligus memberikan masukan yang konstruktif jika dibutuhkan agar implementasinya mampu memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Warga Jakarta dan Sekitarny...

Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Nunjem

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Harga Tandan Buah Segar Kel...

Dunia Pendidikan Dibuat Susah Kabut Asap

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dunia Pendidikan Dibuat Sus...

Era Digital Makin Meninggalkan Etika Jurnalistik?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Era Digital Makin Meninggal...

Bansos agar Tepat Sasaran Perlu Penguatan Agen Perlinsos

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bansos agar Tepat Sasaran P...

Belum Pernah Mendapat 3 Poin, PSIM Sore Ini Berharap Menang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Belum Pernah Mendapat 3 Poi...

Persija Jakarta Menang Terus, Mau Tahu Rahasianya?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persija Jakarta Menang Teru...

Kota Global Sangat Memerlukan Riset dan Inovasi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kota Global Sangat Memerluk...
Megapolitan
Layanan Perpajakan Harus Di...
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.