Rahasia Panen Ikan Air Tawar Berlimpah di Kaltim
📅 Minggu, 28 Jun 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim PenulisKUTAI KARTANEGARA – Produksi perikanan air tawar memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya.
Peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada perluasan budidaya, tetapi juga pada penerapan teknologi, kualitas benih, efisiensi pakan, dan pengendalian penyakit.
Dengan dukungan rantai pasok yang kuat serta akses pasar yang lebih luas, sektor perikanan air tawar berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan penyedia sumber protein yang terjangkau bagi masyarakat.
Pemanfaatan metode pemeliharaan keramba oleh kelompok pembudidaya terbukti menghasilkan pasokan produksi perikanan air tawar yang melimpah di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
"Melalui metode keramba jaring apung ini, kami sangat terbantu untuk melipatgandakan hasil panen komoditas ikan nila pada setiap bulannya dengan mematuhi standar kualitas yang terus terjaga," ungkap Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Gawi Baimbai Sejahtera Loa Kulu, Muhmajadi di Kutai Kartanegara, Minggu (28/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberhasilan para pembudidaya ikan air tawar tersebut tercermin dari tingginya angka statistik volume produksi perikanan menggunakan keramba yang menyumbang porsi hasil panen paling dominan sebesar 92.525 ton dari total 99.559 ton dalam setahun terakhir. Jenis ikan air tawar meliputi nila, mas, lele, hingga patin.
Ia menjelaskan, wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini memang mendapatkan perhatian khusus untuk terus difokuskan oleh pemerintah daerah sebagai tulang punggung produksi melalui percontohan Kampung Perikanan Budidaya komoditas unggulan ikan nila.
"Kami terus mengupayakan pendampingan teknis dan menyalurkan sarana prasarana yang lebih memadai agar kapasitas keramba milik masyarakat mampu memproduksi ikan tawar secara maksimal," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Irhan Hukmaidy.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya pembinaan usaha secara intensif dan edukasi berkelanjutan tersebut kini menyasar langsung kepada sekitar 95 kelompok masyarakat pembudidaya yang terus aktif beroperasi pada sejumlah kawasan binaan DKP Kaltim.
Selain terus memacu laju pertumbuhan kelimpahan kuantitas panen di keramba, DKP Kaltim juga mengawal jaminan kelayakan standar sanitasi serta kebersihan area perairan dari ancaman cemaran lingkungan.
"Kepatuhan pembudidaya terhadap pedoman keamanan pangan sangatlah krusial untuk memastikan bahwa komoditas yang dipanen benar-benar bebas dari logam berat sehingga tetap aman saat dikonsumsi masyarakat," tegas Irhan.
Berkat sinergi kolaborasi yang padu dari tahapan hulu ke hilir ini, total pencapaian produksi perikanan pembesaran air tawar Kaltim mencatatkan angka mencapai 99.559 ton per tahun.
Pihaknya meyakini tingginya pasokan ketersediaan pangan perikanan bermutu dari sistem keramba sanggup membuka prospek perluasan pasar ke luar daerah sekaligus mendongkrak tingkat kesejahteraan ekonomi para nelayan budidaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!