Cegah Anak 'Stunting' Tak Perlu Mahal
📅 Sabtu, 28 Agu 2021, 08:31 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupSejauh ini apa saja program yang sudah disinkronkan BKKBN dengan kementerian/lembaga lain?
Salah satunya dengan bersinergi untuk mendapatkan data Calon Pengantin (Catin) tiga bulan sebelum perkawinan. Kami mendukung sosialisasi pengisian Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dan melakukan pengisian data kesehatan status gizi (siap nikah-siap hamil).
Setelah semua data dan informasi sudah selesai sebelum nikah dilaksanakan, jika diperlukan BKKBN dan Kemenag RI bersama-sama melakukan kolaborasi dalam pemanfaatan data dan informasi Catin untuk monitoring dan evaluasi untuk mengetahui efektivitas program dalam upaya pencegahan stunting bagi pasangan suami-istri baru. Selain kedua program ini masih banyak juga program-program lainnya.
Selain soal gizi, intervensi konkret apa yang bisa dilakukan mencegah stunting ini?
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu bentuk intervensi sensitif stunting adalah pemenuhan Rumah Sehat melalui Sanitasi dan Air bersih. Ketersediaan air bersih dan sanitasi layak berkontribusi besar dalam penanganan stunting.
Intervensi penyediaan air minum, sanitasi yang layak serta perubahan perilaku berkontribusi dalam pencegahan stunting. Jadi bukan hanya soal gizi bayi, bukan hanya pemberian asupan gizi yang memenuhi standar untuk ibu hamil, ibu menyusui. Tetapi, penyediaan air minum dan sanitasi layak mempunyai andil yang besar dan menjadi akses terhadap air bersih dan pelayanan sanitasi dasar merupakan salah satu program prioritas nasional.
Bagaimana dukungan regulasi untuk penguatan pencegahan stunting ini?
Sebaiknya Anda baca juga:
BKKBN mendapatkan Perpres secara resmi yang sudah ditandatangani oleh Bapak Presiden Joko Widodo, di mana Perpres Nomor 72 Tahun 2021 yang mengamanatkan untuk Percepatan Penurunan Stunting pada BKKBN terlibat sebagai Koordinator Pelaksana di lapangan. BKKBN akan bergegas untuk menyusun Rencana Aksi Nasional, kemudian di dalamnya tentu juga harus ada mekanisme dan tata kerja dan juga bagaimana pemantauan evaluasi yang harus kita lakukan dalam waktu yang tidak lama selama tiga tahun kurang lebih maka angka target sesuai arahan Bapak Presiden menuju angka 14 persen di tahun 2024.
Di dalamnya, ada delapan aksi integrasi intervensi penurunan stunting. Aksi integrasi adalah instrumen dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi dalam pencegahan dan penurunan stunting. Pelaksanaan intervensi gizi penurunan stunting terintegrasi membutuhkan perubahan pendekatan pelaksanaan program dan perilaku lintas sektor agar program dan kegiatan intervensi gizi dapat digunakan oleh keluarga sasaran rumah tangga 1.000 HPK.
Bagaimana BKKBN meningkatkan komitmen mencegah stunting?
Kepada seluruh Kepala OPDKB (Organisasi Perangkat Daerah Keluarga Berencana) untuk tetap memberi dukungan kepada pemerintah daerah agar punya perhatian yang kuat terhadap masalah keluarga dan stunting. Daerah yang mempunyai potensi besar dan kaya raya seperti apa pun kalau kualitas SDM-nya rendah maka daerah tersebut tidak akan maju.
BKKBN akan banyak memberikan dukungan baik program maupun dukungan anggaran seperti DAK. Namun, kami juga berharap agar dari pemerintah daerah tetap kami mohon untuk penganggaran dalam APBD, BKKBN juga akan fokus pada program-program yang terkait dengan keluarga, bagaimana keluarga bisa dibantu dalam meningkatkan kualitas bayi, balita, anak, dan yang akan melahirkan juga harus diperhatikan sejak awal.
Di tengah pandemi Covid-19 ini bagaimana prevalensi stunting-nya?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!