Inovasi Harus Jadi Budaya Kerja Baru
📅 Sabtu, 24 Jul 2021, 08:16 WIB | Oleh: Agus SupriyatnaSeberapa penting sistem Indeks Inovasi Daerah?
Indeks Inovasi Daerah memudahkan daerah melaporkan inovasinya secara real time, transparan, dan akuntabel. Pemda juga dapat mengakses kapan dan di mana saja melalui alamat https://indeks.inovasi.litbang.kemendagri.go.id/. Nah, hasil inovasi yang telah dilaporkan akan diukur dan dinilai menggunakan variabel, indikator, dan metode pengukuran. Selain itu, hasil indeks juga digunakan untuk memetakan kondisi inovasi daerah sehingga memudahkan pembinaan dan pengawasan. Nantinya daerah yang memperoleh predikat sangat inovatif akan diberi penghargaan Innovative Government Award oleh Mendagri. Selain itu, daerah yang terpilih akan diusulkan mendapat alokasi dana insentif daerah (DID).
Boleh tahu, 55 kabupaten dan 3 kota yang dapat predikat disclaimer?
Ya, contohnya Kabupaten Boalemo, Boven Digoel, Buru, Buton Tengah, Buton Utara, Deiyai, dan Dogiyai. Sedang tiga kota adalah Kota Sorong, Gunungsitoli dan Subulussalam.
Dalam membuat inovasi ini, Pemda harus fokus di bidang apa saja?
Pemerintah daerah diharapkan bisa lebih fokus pada 6 area inovasi: administrasi, manajemen pemerintahan, kebijakan, frugal, teknologi, dan inovasi sosial. Pemda dapat menerapkan inovasi di bidang administrasi dengan mengadopsi cara baru dalam mengelola pemerintahan serta revolusi administrasi birokrasi secara akuntabel. Selanjutnya, Pemda juga dapat melahirkan inovasi di area manajemen, guna pembaruan prosedur dan birokrasi dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi. Inovasi kebijakan dengan pendekatan yang lebih efisien, implementatif, dan dapat diadopsi berbagai pihak. Juga perlu diterapkan pemerintah daerah.
Untuk inovasi frugal sebuah terobosan memungkinkan pemda menciptakan produk dengan biaya lebih murah. Langkah tersebut diyakini akan menunjang kinerja pemda lebih optimal karena inovasi ini tidak membutuhkan sumber daya besar. Inovasi digital, pemda dapat mengadopsi proses produksi melalui penelitian dan pengembangan atau alih teknologi.
Bagaimana Bapak secara pribadi memaknai inovasi pemda?
Begini, inovasi ini bukan suatu urusan, namun harus ada dalam setiap penyelengaraan pemda. Karena itu dalam setiap kesempatan saya selalu menekankan inovasi bukanlah tujuan, melainkan cara atau metode mencapai target tata kelola pemerintahan yang lebih baik, efektif, dan efisian dalam mencapai tujuan daerah.
Saya mengajak seluruh pemda menyamakan pemahaman terkait inovasi. Hal ini penting agar upaya meningkatkan inovasi daerah cepat terwujud. Jadi, nilai utama inovasi adalah perubahan mindset. Dalam bekerja, jangan lagi terjebak dalam cara kerja monoton dan rutinitas atau memiliki mentalitas proyek. Pemda perlu kolaborasi tanpa sekat dan menerapkan mindset membahagiakan pelanggan atau masyarakat.
Soal litbang daerah untuk kajian strategis, penelitian dan pengembangan inovasi daerah seperti apa kondisinya?
Bagi saya, sangat perlu penguatan litbang daerah untuk meningkatkan kualitas penelitian, pengkajian strategis, dan mendorong inovasi daerah. Karenanya kepala daerah harus terus berkomitmen mendukung penguatan litbang daerah. Saat ini banyak litbang daerah hanya setara eselon III dan IV. Semakin besar organisasinya, fungsi dan perannya tentu akan lebih maksimal. Selain itu, penguatan litbang dapat dilakukan dengan menyediakan SDM fungsional tertentu yang mampu menjalankan litbang seperti peneliti dan analis kebijakan.
Jadi, litbang daerah kini memiliki fungsi strategis dalam mengawal pelaksanaan kebijakan inovasi seperti verifikasi dan evaluasi atas inisiatif inovasi yang diusulkan. Layak tidaknya usulan inovasi untuk diterapkan secara luas, ditentukan dari proses evaluasi perangkat daerah. Litbang juga berperan sebagai think tank yang menyediakan kebijakan berbasis riset bagi kepala daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!