Apa yang Terjadi Jika Cuaca Hambat Penyelaman KM Virgo? Ini Langkah Basarnas
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 05:12 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoBANJARMASIN - Badan SAR Nasional (Basarnas) menyiapkan berbagai skenario alternatif dalam pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 jika kondisi cuaca di perairan Laut Jawa terus menghambat pelaksanaan operasi tim penyelaman bawah laut.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pencarian bawah laut menjadi salah satu sasaran utama operasi SAR hari ketiga. Namun akibat kondisi cuaca, belum memungkinkan tiga tim penyelam dan peralatan bawah laut yang telah disiapkan untuk dioperasikan dengan menjamin keselamatan personel.
“Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety. Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan sehingga kita bisa melakukan tindakan semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan,” kata Syafii terkait perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam.
Syafii menjelaskan Basarnas tetap memaksimalkan pencarian melalui unsur udara dan laut di permukaan perairan dengan tetap mempersiapkan operasi bawah laut apabila kondisi gelombang, arus, dan faktor keselamatan lainnya memungkinkan tim penyelam bekerja di sekitar bangkai kapal.
Basarnas juga didukung KRI Canopus, sebuah kapal teknologi canggih yang memiliki kemampuan pengamatan bawah laut dengan perangkat remotely operated vehicle (ROV) dan multibeam echosounder, namun belum dioperasikan secara maksimal akibat cuaca yang sangat buruk dan berbahaya di perairan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Syafii, kemampuan penyelam dan peralatan tersebut sebenarnya dapat mendukung operasi hingga kedalaman lebih dari 150 meter.
Akan tetapi, kondisi gelombang, kecepatan arus permukaan dan bawah laut, serta jarak pandang yang terbatas di perairan Laut Jawa menjadi faktor yang membatasi pelaksanaan pencarian.
Jika operasi bawah laut terus terkendala cuaca, Basarnas akan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan terhadap bangkai kapal, termasuk menghitung proses salvage, kemungkinan membalikkan posisi kapal, maupun menarik kapal untuk membuka akses pencarian korban.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita akan berupaya untuk bisa membawa kapal itu atau minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban. Setelah itu, tentunya akan kita serahkan kepada tim-tim investigasi yang dipimpin oleh Kepala KNKT,” ujarnya.
Syafii mengatakan hingga hari ketiga operasi SAR, berbagai unsur dari udara, laut, masyarakat, dan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian belum menerima laporan mengenai penemuan korban tambahan.
Operasi pencarian pun tetap dilanjutkan sesuai ketentuan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan di lapangan.
Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban ditemukan seluruhnya telah berhasil mendarat di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.
KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!