Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penahanan Penyidik KPK Diperpanjang

📅 Jumat, 16 Jul 2021, 07:10 WIB | Oleh:
Penahanan Penyidik KPK Diperpanjang Doc: Istimewa
Ket. Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan, Ipi Maryati Kuding

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan penyidik KPK asal Polri, S Robin Pattuju. Dia merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

"Tim penyidik memperpanjang masa penahanan untuk 30 hari ke depan. Hal ini berdasarkan penetapan kedua dari Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan, Ipi Maryati Kuding, dikutip Antara, di Jakarta Kamis (15/7). Dia ditahan 22 Juli-20 Agustus di Rutan KPK.

Ipi mengatakan, perpanjangan penahanan Robin diperlukan agar tim penyidik dapat lebih memaksimalkan pengumpulan alat bukti. KPK pada 22 April 2021 telah menetapkan tiga tersangka, yaitu Robin, Maskur Husain selaku adovokat, dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Untuk Syahrial yang merupakan pemberi suap, saat ini sudah berstatus terdakwa.

Syahrial didakwa menyuap Robin 1,695 miliar rupiah agar tidak menaikkan kasus dugaan korupsi ke tingkat penyidikan. Dalam surat dakwaan disebutkan, Syahrial selaku Wali Kota Tanjungbalai juga merupakan kader Partai Golkar berkunjung ke rumah dinas Wakil Ketua DPR yang juga petinggi Partai Golkar, Azis Syamsuddin, di Jakarta Selatan.

Pada pertemuan itu, Syahrial dan Azis membicarakan mengenai pilkada yang akan diikuti Syahrial di Tanjungbalai. Azis menyampaikan kepada Syahrial akan mengenalkan dengan seseorang yang dapat membantu memantau keikutsertaan Syahrial dalam pilkada tersebut.

Setelah Syahrial setuju, Azis lalu minta Robin yang merupakan penyidik KPK untuk menemuinya. Selanjutnya, Aziz memperkenalkan Robin kepada Syahrial. Syahrial lalu menyampaikan akan mengikuti pilkada periode kedua tahun 2021-2026. Namun ada informasi laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pekerjaan di Tanjungbalai. Juga ada informasi perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai yang sedang ditangani KPK.

Kemudian, Robin menghubungi temannya bernama Maskur dan menyampaikan ada permintaan bantuan untuk mengurus perkara dari Tanjungbalai. Maskur lalu menyanggupi untuk membantu pengurusan perkara tersebut, asalkan ada dana 1,5 miliar rupiah. Permintaan Maskur tersebut disetujui Robin untuk disampaikan ke Syahrial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Luar Negeri
Korea Selatan Jadi Pelopor,...
Nasional
Dampak dan Mitigasi Penguat...
Petaka Cabai Jalapeno, Wabah Salmonella Merebak Luas di AS

Petaka Cabai Jalapeno, Wabah Salmonella Merebak Luas di AS

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.