Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KPK Bongkar Fakta Mengejutkan: Perilaku Koruptif di Pendidikan Masih Tinggi

📅 Jumat, 12 Des 2025, 02:45 WIB | Oleh:
KPK Bongkar Fakta Mengejutkan: Perilaku Koruptif di Pendidikan Masih Tinggi Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Ket. Direktur Jaringan Pendidikan KPK Dian Novianti memberikan materi pembangunan integritas untuk mencegah korupsi pada kuliah umum di auditorium Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jalan Perjuangan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis.

BEKASI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkampanyekan pembangunan integritas melalui implementasi budaya antikorupsi kepada publik sebagai salah satu upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Direktur Jaringan Pendidikan KPK Dian Novianti menilai budaya antikorupsi di kalangan masyarakat saat ini masih membutuhkan perbaikan sehingga perlu diingatkan kembali guna mencegah tindakan bersifat koruptif.

"Masih perlu diperbaiki dan ini juga peran media menjadi penting untuk publikasikan. Yuk mari kita viralkan hal-hal baik, termasuk agenda kuliah umum ini," katanya di Kampus Ubharajaya Kota Bekasi, Kamis.

Ia mengatakan pembangunan integritas merupakan bagian dari tiga strategi utama pencegahan tindak pidana korupsi mencakup perbaikan sistem sehingga seseorang tidak menemukan peluang untuk melakukan korupsi.

"Nah itu yang dilakukan lewat kajian-kajian, perbaikan-perbaikan sistem, misalnya supaya tidak ada lagi celah untuk melakukan korupsi," katanya.

Kemudian melalui strategi sosialisasi seperti kuliah umum kepada mahasiswa saat ini dengan mengedukasi mereka untuk menerapkan integritas di lingkungan kampus sekaligus memasukkan mata kuliah wajib menyangkut pendidikan antikorupsi pada kurikulum universitas.

"Strategi ketiga melalui monitoring dan supervisi. Jadi dengan berbagai cara sebenarnya, makanya butuh teman-teman media untuk memberitakan. Jangan yang viral-viral saja rompi oranye, ada rompi biru, penyuluh antikorupsi," ujarnya.

Mengacu hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan KPK tahun 2024, masih banyak ditemukan catatan terkait perilaku disiplin maupun hal lain berkaitan integritas lembaga pendidikan.

Menurut Dian sejumlah catatan tersebut menjadi evaluasi untuk perbaikan pada masa mendatang mengingat persoalan korupsi masih kerap ditemukan termasuk di kalangan dunia pendidikan seperti saat penerimaan mahasiswa baru maupun temuan penyalahgunaan dana operasional pendidikan.

"Kami berharap dengan kolaborasi dengan berbagai pihak, tahun depan akan lebih baik. Bukan tahun depan ini saja tapi tahun-tahun depan seterusnya," katanya.

KPK dari sisi internal juga terus mendorong penguatan kelembagaan kepada pemerintah sebagaimana amanat United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) mengingat masih banyak turunan kebijakan yang belum direalisasikan.

Turunan kebijakan UNCAC yang belum misalnya enrichment kemudian regulasi perampasan aset yang juga kita dorong.

"orongan dari perguruan tinggi juga diperlukan, kan mereka punya pusat-pusat kajian, mereka bisa bikin kajian mana sih sebenarnya undang-undang yang lebih optimal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.