Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berharap Indonesia Segera Bangkit dari Pandemi

📅 Sabtu, 03 Jul 2021, 05:31 WIB | Oleh:

Kadin DIY juga menambah departemen baru, salah satunya Departemen Pertambangan dan Lingkungan. Kenapa?

Kata kuncinya ada di people, planet, dan profit. Dulu-dulu, soal planet ini mungkin cuma jadi jargon. Tapi, hari ini tidak bisa lagi. Pandemi mengajarkan kita kalau kita abai sama planet, ruginya jauh lebih banyak. Manusia kudu setop ngerusak alam. Soal planet, sekarang wajib diadopsi ke cara kita nyari profit dan mengelola people.

Pandemi menyuruh kita di rumah. Berita-berita di seluruh dunia memperlihatkan banyak keajaiban. Hewan-hewan yang dulu dikira sudah punah, muncul lagi. Alam kembali ke wujudnya yang cantik, masak mau dirusak lagi? Ini momentum kita untuk benar-benar perhatikan planet, lingkungan kita.

Spesifik bagi Jogja, kita punya target Jogja jadi world heritage, enggak muluk-muluk, 30 tahun lagi lah. Sekarang ada satu yang sudah masuk UNESCO. Sumbu Imajiner Merapi, Kraton, hingga Laut Selatan sudah masuk ke Paris, tinggal nanti cek lapangan.

Maka, ayo hargai warisan budaya, situs, heritage kita. Momentum kita bersama ini harus kita wujudkan dalam pembangunan kota yang sensitif terhadap lingkungan dan warisan budaya.

Soal pertambangannya?

Jogja itu tambangnya kecil-kecil, bukan tambang seperti di Kalimantan. Tapi, di saat pandemi ini justru banyak keluhan dari masyarakat. Tambang pasir yang tidak menguntungkan bagi masyarakat sekitar, tapi malah merusak jalan. PAD juga tidak ada, tapi jalan rusak, masyarakat mengeluh. Juga degradasi lingkungan sekitar. Makanya, kita mau atur dengan baik.

Kadin di kepengurusan baru ini juga akan membuat Kode Etik Berusaha. Negara-negara maju sudah punya semua, Indonesia belum. Maka, Kadin DIY mau mencoba dan menerapkannya di DIY.

Soal pembangunan infrastruktur di DIY, ada jalan tol, ada jalur lintas selatan Jawa. Apa yang menjadi concern Anda?

Bagi saya dan juga teman-teman Kadin, pembangunan infrastruktur di Jogja jangan sampai merusak situs bersejarah. Kembali lagi soal Jogja sebagai "Kota Heritage" dan aspek lingkungan yang kuat.

Secara pribadi, saya juga diberi tugas Ayahanda, Sultan Hamengkubuwono X, untuk memperbaiki ruang-ruang kesejarahan di Yogyakarta, baik dikembalikan lagi seperti dulu atau diupayakan tidak mengalami kerusakan. Salah satu upaya yang sudah dilakukan untuk menjaga situs sejarah adalah pembangunan pagar yang mengelilingi alun-alun Utara Jogja.

Kami di Kraton menyimpan dokumen sketsa yang dibuat Eyang Sinuwun Kaping 1, sehingga sekarang kita kembalikan seperti semula.

Selain memastikan situs sejarah di Jogja kembali seperti semula, saya juga berusaha mengembalikan kawasan Alas Bunder dan Wanagama di Gunungkidul sebagai hutan lindung. Pasalnya, di tempat itu terdapat banyak situs sejarah yang wajib dijaga kelestariannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.