Berharap Indonesia Segera Bangkit dari Pandemi
📅 Sabtu, 03 Jul 2021, 05:31 WIB | Oleh: Eko SKarena UMKM kan, misalnya usaha mikro jualan di pinggir jalan, di pasar, itu kan tergantung traffic. Ada pergerakan orang. Begitu orang dibatasi mobilitasnya karena pandemi, nah yang mikro ini langsung terdampak. Kerja hari ini untuk makan hari ini, kan berat banget bagi mereka kalau pandemi tidak segera selesai. Dan bagi yang besar-besar? Sama saja juga, rata, semua terdampak.
Di industri Jogja, apa yang terjadi?
Industri masalahnya kan di PHK. Maka, ya Kadin berusaha untuk menemani teman-teman industri mencari jalan keluar dari kesulitan hari ini. Kita data semua. Kita kerjakan semaksimal mungkin agar semua masih bisa jalan.
Juni ini kita lakukan program vaksinasi, ini upaya untuk membantu UMKM dan Industri. Makanya yang diselenggarakan Kadin DIY ini kan dikhususkan untuk industri dan UMKM. Kalau sudah vaksin, harapannya bisa lebih lebih leluasa meski protokol kesehatan tetap yang utama ya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berapa total vaksinasi oleh Kadin DIY?
Juni, kita target 25 ribu vaksin pertama AstraZeneca. Oktober, vaksin kedua 25 ribu lagi. Tapi target sampai Desember, kita 200 ribu. Jadi, mungkin akan ada vaksinasi lagi secepatnya. Kita terus berusaha mencari. Masalah vaksin kan di logistik maka ada tim Kadin DIY yang terus ngejar, pastikan target Desember 200 ribu orang dari industri dan UMKM DIY divaksin.
Kembali lagi tugas Kadin bagaimana ikut menggerakkan kembali ekonomi nasional. Penggerak ekonomi kan industri dan UMKM. Kalau pekerjanya enggak sehat, bagaimana? Pekerja industri sehat, UMKM sehat, bergerak dengan bagus semua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Soal meningkatkan daya saing produk Jogja di pasar internasional maupun nasional, apa yang bisa dikerjakan Kadin?
Mengingat berulang kali media mendengar kerajinan dan furnitur Jogja mengeluh kalah dengan Vietnam, misalnya.
Setiap asosiasi memiliki PR sendiri-sendiri. Ada keunikan masalah, tapi ada juga yang umum. Sementara soal daya saing kita memiliki Komite Vokasi dan Produktivitas. Sudah dapat dukungan dari pemerintah untuk melatih 16 ribu tenaga skill, dari tujuh sektor utama ekonomi Jogja, pariwisata, furnitur dan kerajinan, tekstil garmen, dan lain sebagainya. Bahkan yang baru, ada kerajinan kulit juga. Kita akan latih lewat Balai Latihan Kerja. Kita juga dapat dukungan dari Jerman. Kita akan mendapat sesi pelatihan langsung dari Jerman untuk industri yang terkait dengan ekspor ke sana, seperti furnitur, kerajinan, dan tekstil.
Seusai dilantik pada Mei lalu di Candi Prambanan, Anda bilang pentingnya adaptasi di masa pandemi yakni go digital, apa konkretnya bagi Kadin?
Gini, lihat Jogja kan isinya UMKM. 40 persen dari PDB Jogja, bisa dicek lagi angka persisnya, itu dari kuliner lho. Itu warung-warung semua sekarang sudah jualan pakai aplikasi online. Nah, tentu kita ingin tingkatkan adaptasi mereka ke digital. Fotografi simpel, ngisi konten Instagram, beriklan di Google dan medsos, macam-macam, banyak sekali.
Selain itu, ada perkembangan di Jogja sisi barat yakni bandara baru, akan terbentuk kota baru. Di airport saja kita prediksi akan butuh pasokan UMKM kreatif kuliner, fashion, kerajinan, oleh-oleh, sektor semua akan gerak kalau airport nanti jalan. Itu semua butuh adaptasi baru, khususnya bagi masyarakat sekitar yang sekarang mayoritas pertanian. Jadi, digital bukan hanya memahami perangkat, tapi juga etos dan kreativitas yang berbeda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!