Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kompleksitas Paten Vaksin Covid-19 Halangi Penelitian

📅 Senin, 24 Mei 2021, 00:00 WIB | Oleh:
Kompleksitas Paten Vaksin Covid-19 Halangi Penelitian Doc: istimewa

Sejak penemuan dan publikasi genom virus Covid-19 pada Januari 2020, para ilmuwan bergegas dalam pengembangan vaksin, metode terapi, dan diagnostik. Sampai kini terdapat sedikitnya 80 vaksin dalam uji klinis dan 70 lainnya dalam pengembangan klinis.
"Terlepas dari pencapaian ilmiah yang mengesankan, berbagai bentuk perlindungan kekayaan intelektual menghalangi akses yang sama dan alokasi yang adil," tulis sebuah laporan oleh Peneliti dari Departemen Kimia, Universitas Michigan, Ann Arbor, MI, Amerika Serikat (AS) Mario Gaviria dan Direktur Public Citizen's Access to Medicines Burcu Kilic dalam jurnal Nature.
Jaringan klaim kekayaan intelektual sebenarnya berguna dalam melancarkan pengembangan dan pemasaran vaksin. Teknologi dasar untuk mengembangkan vaksin dapat dilindungi oleh paten. Sedangkan metode dan teknik produksi dapat dilindungi rahasia dagang.
Namun, selama ini program pengembangan terapeutik melibatkan banyak penemu dengan inovator. Teknologi dasar pengembangan vaksin bisa saja ditemukan di laboratorium akademis atau lembaga riset yang dilindungi paten.
Selanjutnya, teknologi dilisensikan ke entitas perusahaan untuk komersialisasi. Entitas yang lebih besar ini ditunjuk sebagai inovator karena mengubah teknologi dasar menjadi produk akhir.
Penulis mengidentifikasi, paten yang relevan dengan berbagai platform teknologi vaksin mengajukan ke US Securities and Exchange Commission (SEC) yang menyoroti kesepakatan lisensi terkait teknologi vaksin. Ini terutama teknologi nanopartikel lipid dan messenger ribonucleic acid (mRNA)
Sejauh ini teknologi mRNA dipakai oleh perusahaan farmasi Moderna, Pfizer serta dikembangkan oleh perusahaan riset BioNTech, CureVac dan Arcturus. Inti teknologi tersebut adalah nanopartikel lipid dan teknologi sistem pengiriman untuk mencapai respons biologis yang diinginkan.
Nanopartikel lipid digunakan untuk mengirimkan mRNA ke sel guna menghindari degradasi mRNA sebagai aspek kunci. Setelah mRNA dikirim ke sel, akan menginstruksikan sel untuk menghasilkan protein lonjakan SARS-CoV-2, demi menghasilkan respons imun.
Sebuah laporan oleh Public Citizen Access to Medicines mengidentifikasi permohonan paten dari beberapa lembaga. "Matriks paten, lisensi, dan perjanjian yang kompleks, entitas ini menyoroti kerumitan yang terlibat dalam pengembangan biofarmasi," kata penulis.
Karena nomor paten disunting di semua pengajuan oleh US SEC, selanjutnya diputuskan untuk mengembangkan lanskap paten sendiri untuk tiap-tiap entitas. Paten dan aplikasi paten yang relevan dengan platform teknologi vaksin masing-masing yang dimiliki salah satu entitas yang diidentifikasi.
Keberhasilan kandidat vaksin berbasis mRNA dalam uji klinis cukup potensial untuk masa depan pengobatan. Perkembangan pesat dan keberhasilan klinis vaksin mRNA untuk Covid-19 juga menyangkut hubungan antara penemu dan inovator.
"Sebagaimana dibuktikan oleh analisis jaringan kami, kemajuan teknologi utama ditemukan di laboratorium akademis atau perusahaan bioteknologi kecil, kemudian dilisensikan kepada perusahaan besar untuk pengembangan produk," ungkap penulis.
Terlepas dari keberhasilan ini, paten, rahasia dagang, dan pengetahuan yang dimiliki oleh atau diberikan kepada perusahaan besar dapat menghalangi penelitian dan pengembangan teknologi mRNA di masa mendatang. "Hal ini karena mereka akan menciptakan batasan hukum yang membatasi akses ke teknologi ini," tulis laporan tersebut. hay/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Mau Tujuh Belasan di Istana...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp45.150/...

Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pusat Kota Karawang Akan Me...
Megapolitan
Di Era Kepintaran Buatan, E...
Daerah
Ada Apa Kemendagri dan KPK ...

Toronto Jadi Ajang Bersama Venus dan Eala  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Toronto Jadi Ajang Bersama ...

Pengadilan Tinggi Jakarta Mulai Sidangkan  Banding Nadiem

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Jakarta M...

Daerah Gencarkan Transaksi Menggunakan Sitem QRIS

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah Gencarkan Transaksi ...

Manfaatkan Potongan Harga Tiket Kereta Api

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Manfaatkan Potongan Harga T...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Empat TPU di Kota Semarang Sudah Penuh
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.