Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangerang Jadi Kota Pertama Laboratorium Riset

📅 Sabtu, 24 Apr 2021, 06:40 WIB | Oleh:
Tangerang Jadi Kota Pertama Laboratorium Riset Doc: Antara

TANGERANG - Kota Tangerang, Banten, terpilih menjadi kota pertama di pulau Jawa sebagai lokasi pembangunan laboratorium riset dan pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). RDF adalah sumber energi terbarukan dan pengelolaan sampah perkotaan. Demikian dikatakan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Jumat (23/4).

Menurutnya, pemilihan Kota Tangerang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Tangerang dan PT Indonesia Power. Isinya, tentang kerja sama penyediaan bahan bakar jumputan padat untuk cofiring Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Arief mengungkapkan, uji coba dan pengembangan teknologi RDF akan dikelola bersama PT Indonesia Power. Hal ini sesuai dengan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang pengembangan pengelolaan sampah berbasis energi.

"Kota Tangerang menjadi yang pertama untuk uji coba pengelolahan sampah perkotaan menjadi RDF untuk daerah Jawa," kata Arief usai acara penandatanganan yang berlangsung secara daring, Jumat (23/4).

Penyemangat

Wali Kota mengharapkan dengan penandantanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Tangerang dan Indonesia Power dapat menambah semangat seluruh pemerintah daerah Indonesia, terutama terkait penanganan sampah perkotaan.

"Ini menjadi solusi bagi penanganan lingkungan di daerah dengan teknologi yang bisa dikembangkan menjadi sumber energi terbarukan. Tentunya dengan biaya yang lebih murah bagi pemda," ujarnya di acara yang juga diikuti Direktur Utama Indonesia Power, Mochamad Ahsin Sidqi, dan Direktur Mega Proyek PLN, Ikhsan Asaad.

Wali Kota menambahkan, Pemkot Tangerang siap dengan kuota pengelolaan sampah sebagai bahan baku RDF. Kelak, operasinya akan dikelola oleh PT Indonesia Power sebagai sumber energi terbarukan. "Kita harus bisa sosialisasikan bersama bahwa RDF merupakan solusi yang efektif," ungkap Wali Kota.

Direktur Mega Proyek PLN, Ikhsan Asaad, menuturkan bahwa riset dan pengembangan RDF sebagai bahan bakar energi terbarukan akan sangat bermanfaat. Sebab program ini tidak memerlukan investasi besar.

"Saat ini kondisinya juga tidak memungkinkan untuk membangun pembangkit EBT," jelas Ikhsan.
Ikhsan menjabarkan, di Pulau Jawa, sistem yang dimiliki PLN over supply. Maka, upaya untuk meningkatkan bauran EBT dengan cofiring menjadi cara yang efektif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Ada 44 Cabor! Porprov Kalta...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.