Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memperingati Hari Bumi, Journey to Zero ajak Masyarakat untuk Membirukan Langit di Sekitarnya

📅 Kamis, 22 Apr 2021, 10:04 WIB | Oleh:
Memperingati Hari Bumi, Journey to Zero ajak Masyarakat untuk Membirukan Langit di Sekitarnya Doc: Istimewa

Peringatan Hari Bumi dimulai pada tahun 1970 sebagai hari untuk mengenal isu-isu lingkungan yang ada kala itu hingga di masa mendatang. Peringatan tersebut terjadi karena adanya gerakan lingkungan modern pada tahun 1970, dimana kesadaran publik tentang kondisi lingkungan.

Hari bumi merupakan suatu perayaan yang diperingati oleh seluruh orang di dunia yang diadakan untuk meningkatkan awareness atau kesadaran masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya.

Melansir laman resmi Earth Day, Hari Bumi digagas oleh pengajar lingkungan di AS Gaylord Nelson pada 1970. Dimana pada tahun 1960-an sampai 1970-an.

Pada tahun tersebut masyarakat AS banyak menghirup gas dalam jumlah besar karena pabrik-pabrik menghasilkan asap dan lumpur. Sehingga polusi udara terjadi di mana-mana.

Pada tahun 1962, Rachel Carson menerbitkan buku berjudul Silent Spring yang menyoroti masalah pencemaran lingkungan dan membantu meningkatkan kesadaran publik terhadap organisme hidup, lingkungan, dan dampaknya pada kesehatan.

Pada Januari 1969, mulai muncul aktivis lingkungan. Karena, mereka menyaksikan sendiri kerusakan akibat tumpahan minyak di Santa Barbara, California. Termasuk Senator Gaylord Nelson yang mengkhawatirkan memburuknya lingkungan AS sejak lama.

Di saat masyarakat AS masih belum mengenal istilah daur ulang, pada 1969 Nelson akhirnya membuat gerakan lingkungan modern dan mengembangkan gagasan tentang Hari Bumi.

Gerakan ini terinspirasi dari gerakan mahasiswa anti-perang Vietnam yang berada di kampus-kampus AS. Nelson ingin menerapkan semangat yang sama untuk menyadarkan publik akan polusi udara dan air.

Nelson mengumumkan konsep Hari Bumi pada sebuah konferensi di Seattle, pada musim gugur tahun 1969. Dia mengundang seluruh masyarakat untuk terlibat.

Pada Hari Bumi pertama pada 22 April 1970, aksi unjuk rasa diadakan di Philadelphia, Chicago, Los Angeles dan sebagian besar kota Amerika lainnya. Sejak saat itu, Hari Bumi terus diperingati hingga hari ini dan kampanye dilakukan di seluruh dunia.

Seiring berjalannya waktu, perayaan Hari Bumi setiap tahun berbeda. Hal ini tergantung dari isu yang tengah dialami. Seperti pada era sekarang di mana kita sudah sangat familiar dengan hal-hal yang berbau teknologi digital.

Tak sedikit aktivis hingga komunitas memanfaatkan sosial media dan platform digital untuk menggalakkan peringatan Hari Bumi yang dirayakan setahun sekali. Salah satunya Katingan Mentaya Project membuat sebuah aplikasi Journey to Zero untuk menyambut hari bumi 2021.

Communications Manager Katingan Mentaya Project, Syane luntungan mengatakan aplikasi Journey to Zero merupakan sebuah aplikasi mobile untuk mengukur jarak yang sudah dilakukan pengguna aplikasi dari point satu ke point lainya dengan berjalan, berlari atau sepeda dalam upaya untuk menurunkan emisi.

Aplikasi Journey to Zero memiliki tagline #BirukanLangit?, hal ini terjadi karena pada saat awal pandemi langit begitu biru dan tidak ada kemacetan yang terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Edukasi permainan tradision...
Nasional
Wamenkomdigi Ungkap Biaya I...

Peresmian Jakarta Urban Knowledge Hub

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Peresmian Jakarta Urban Kno...

Pelantikan Kepala BGN

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelantikan Kepala BGN

Penerapan pajak UMKM

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Penerapan pajak UMKM
Luar Negeri
Helikopter AH-64 Apache AS ...

Shin Tae-Yong resmi latih Persija Jakarta

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Shin Tae-Yong resmi latih P...
Daerah
Persiapan pengoperasian Pet...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Korupsi Bea Cukai, KPK: Betul!

Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Korupsi Bea Cukai, KPK: Betul!

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.