Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peleburan Kemenristek Perkuat Riset di Kampus

📅 Kamis, 15 Apr 2021, 05:32 WIB | Oleh:
Peleburan Kemenristek Perkuat Riset di Kampus Doc: istimewa

JAKARTA - Peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal memperkuat penelitian di perguruan tinggi. Penelitian perguruan tinggi akan berfokus di bawah satu naungan kementerian.

"Artinya ini dua sisi mata uang yang sama.Dalam pendidikan di perguruan tinggi ada penelitian, di penelitian perguruan tinggi ada pendidikan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, saat meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Jakarta, Rabu (14/4).

Perguruan tinggi bakal repot kalau penelitian di bawah dua kementerian dalam menghadapi birokrasi. Nizam menekankan skema ini sebenarnya bukanlah hal baru mengingat sebelumnya penelitian perguruan tinggi pernah ada dalam satu kementerian di Kemenristekdikti.

"Jadi kalau dalam pelaksanaan penelitian di perguruan tinggi ini satu optimasi yang lebih baik," jelasnya.

Proses Transisi

Lebih jauh, Nizam menjelaskan transisi bukan merupakan masalah sehingga peleburan kementerian bisa cepat dan tidak terjadi disrupsi besar. Kelancaran transisi berlaku juga bagi program penelitian yang telah berjalan.

Dia menambahkan hingga akhir tahun ini, penelitian yang sudah ada tinggal dilakukan pemantauan. Ketika tahun ajaran baru atau di akhir tahun barulah pihaknya kembali merancang ulang penelitian dengan struktur organisasi yang baru.

"Mungkin idealnya, nanti baru direstrukturisasi atau tata kembali. Yang sudah berjalan biarkan saja berjalan. Kalaupun mau dialihkan di tengah-tengah, ya sudah dialihkan dulu saja monitoringnya," ucapnya.

Nizam masih menunggu masukan dari berbagai pemangku kepentingan terkait peleburuan di sisi perguruan tinggi dan penelitian ini. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kemungkinan bakal tetap memantau kegiatan riset dan inovasi, namun kegiatan riset di lingkup kampus sepenuhnya bakal dinaungi oleh kementerian.

"Sudah banyak masukan ilmuwan, ya ada yang mau seperti dulu, atau ya nanti seperti apa ya," tandasnya.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Arif Satria mengatakan masa transisi ini harus dimanfaatkan pemerintah untuk mengatur cakupan kementerian dan lembaga. ruf/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Mau Tujuh Belasan di Istana...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp45.150/...

Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pusat Kota Karawang Akan Me...
Megapolitan
Di Era Kepintaran Buatan, E...
Daerah
Ada Apa Kemendagri dan KPK ...

Toronto Jadi Ajang Bersama Venus dan Eala  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Toronto Jadi Ajang Bersama ...

Pengadilan Tinggi Jakarta Mulai Sidangkan  Banding Nadiem

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Jakarta M...

Daerah Gencarkan Transaksi Menggunakan Sitem QRIS

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah Gencarkan Transaksi ...

Manfaatkan Potongan Harga Tiket Kereta Api

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Manfaatkan Potongan Harga T...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Empat TPU di Kota Semarang Sudah Penuh
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.