Peneliti Mengeluh Bahan Riset 'Life Science' Terbatas
📅 Kamis, 01 Apr 2021, 05:22 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Koran Jakarta/Muhamad Marup
JAKARTA - Peneliti di bidang life science (sains kehidupan) kerap mengeluhkan keterbatasan bahan riset mengingat harganya mahal dan masa pemesanan lama. Untuk itu, pihak Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk mengatasi ketersediaan bahan penelitian tersebut.
"Kerja sama ini bisa memberi solusi terhadap keterbatasan dan lamanya waktu barang habis pakai terkait penelitian life science. Ini akan memperpendek rantai distribusi bahan habis pakai tersebut hingga harga jual dapat lebih terjangkau," kata Rektor UI, Ari Kuncoro, dalam konferensi pers Inauguration of Collaboration Lab Merck - FMIPAUI, di Jakarta, Rabu (31/3).
Lebih jauh Ari menjelaskan adanya kerja sama dengan Merck Chemicals and Life Sciences, UI akan mendapatkan dukungan berupa laboratorium dari Merck. Laboratorium kolaborasi tersebut untuk memperkuat penelitian life science bagi para akademisi dan peneliti UI.
Pengelolaan Limbah
Penguatan penelitian life science tersebut mencakup pemantauan lingkungan, analisis kimiawi, mikrobiologi dan bilogimolekuler, serta inovasi di bidang pangan, pertanian, dan pengelolaan limbah. Dia berharap ada juga tambahan dan perluasan dalam bidang-bidang lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebab UI memiliki banyak sumber daya yang andal dalam bidang life science yang tersebar di fakultas lain yang tergabung dalam rumpun ilmu kesehatan," ucapnya.
Ari memastikan Merck akan terus memfasilitas peralatan canggih, mentransfer keahlian dan pengetahuan, serta memperluas akses lab ke akademisi dan ilmuwan untuk penelitian life science di Indonesia. "Kerja sama ini dapat memberdayakan peneliti muda Indonesia untuk menghasilkan penelitian dan terobosan life science berkualitas dunia," tandasnya.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, menilai ide kolaborasi riset dari FMIPA UI dan Merck ini jadi bagian strategi besar riset dan prioritas riset nasional (PRN). Hal tersebut untuk mendorong ekonomi Indonesia dari basis SDA jadi basis inovasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di dalamnya ada bidang seperti pangan, lingkungan, yang relevan dengan kebutuhan kita," jelasnya.
Bambang menilai kolaborasi ini adalah upaya tepat untuk menjembatani gap yang besar antara penelitian dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). ruf/N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!