Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Soekarno dan Khittah Kemerdekaan

📅 Senin, 19 Agu 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Khiitah perjuangan Soekarno dan para pendiri bangsa ini semata karena sebuah pengorbanan dengan penuh ketulusan, bukan pangkat dan jabatan. Soekarno tak pernah menghitung untung dan rugi dalam pengabdiannya. Semua itu diberikan ntuk Indonesia. "Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya," seru Soekarno dalam pidato Proklamasi, 17 Agustus 1956.

Karena pengabdian tanpa memperhartikan untung dan rugi, maka kekuasaan yang diraih bukanlah untuk dirinya sendiri. Kekuasan yang sejati adalah milik rakyat, dan di atas rakyat adalah kekuasan Tuhan. Tak ada niat dalam diri Soekarno untuk menjadi penguasa sepanjang hayat. Walaupun akhir sejarah kuasanya penuh tragedi, tetapi dalam dirinya kekuasaan rakyatlah yang langgeng, bukan dirinya.

"Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa," ujar Soekarno.

Pengorbanan merupakan ciri khas para pejuang. Ciri ini yang sekarang mulai banyak luntur dari generasi masa kini. Pengorbanan hanya diartikan sangat sempit, yakni pengorbanan untuk kepentingan sesaat dan buat dirinya sendiri. Ini jelas sangat berlawanan dengan makna awalnya. Kalau sudah diselewengkan begitu, maka pengorbanan harus dikembalikan kepada makna asalnya. Penulis, Pengajar pada STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Busyett…Angka Insentif Pa...

1,46 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Aceh

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
1,46 Juta Batang Rokok Ileg...
Daerah
Guru Bimbingan dan Konselin...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.