Perlu Waspadai Pertumbuhan Utang Luar Negeri Swasta
Selasa, 18 Jun 2019, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Maka lesatan jumlah utang akan menghadapi tekanan berat currency, bunga, dan risiko yang selalu naik. Maka kebijakannya naikkan suku bunga. Suku bunga naikkan peringkat utang, yang memicu tambahan utang. Ini seperti lingkaran setan, padahal di sisi pendapatan stagnan," papar Salamuddin.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Munawar Ismail, mengatakan walaupun rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) dinilai masih dalam batas aman, namun negara harus berhati-hati dengan porsi ULN swasta yang lebih besar dari utang pemerintah dan bank sentral. "Hal itu disebabkan karakteristik utang swasta, seperti jangka waktu pendek dan bunga tinggi akan turut membebani devisa dan APBN, karena mengandung unsur utang BUMN," jelas dia.
Munawar menegaskan siapa pun yang berutang, pemerintah harus punya devisa yang memadai karena saat utang itu jatuh tempo, pembayaran utang swasta sekalipun akan berpengaruh ke cadangan devisa.YK/SB/bud/WP
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!