Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Perlu Waspadai Pertumbuhan Utang Luar Negeri Swasta

📅 Selasa, 18 Jun 2019, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Menurut Salamuddin, yang harus diwaspadai saat ini adalah penerimaan pemerintah yang juga sedang buruk di saat beban bayar utang pemerintah sangat besar dan masih ditambah oleh utang swasta sangat besar.

Pendapatan pajak pemerintah, lanjut dia, jika diukur dengan kurs dollar AS, peningkatan dari 2013 saat dollar masih 9-10 ribu rupiah dan saat ini menjadi 14-15 ribu rupiah, sangat kecil jika dibandingkan dengan kenaikan utang dalam mata uang AS itu. Begitu pula di swasta, utang valas melesat, namun pertumbuhan pendapatan stagnan, padahal banyak ULN swasta yang digunakan untuk bisnis dengan pendapatan dalam rupiah.

"Maka lesatan jumlah utang akan menghadapi tekanan berat currency, bunga, dan risiko yang selalu naik. Maka kebijakannya naikkan suku bunga. Suku bunga naikkan peringkat utang, yang memicu tambahan utang. Ini seperti lingkaran setan, padahal di sisi pendapatan stagnan," papar Salamuddin.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Munawar Ismail, mengatakan walaupun rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) dinilai masih dalam batas aman, namun negara harus berhati-hati dengan porsi ULN swasta yang lebih besar dari utang pemerintah dan bank sentral. "Hal itu disebabkan karakteristik utang swasta, seperti jangka waktu pendek dan bunga tinggi akan turut membebani devisa dan APBN, karena mengandung unsur utang BUMN," jelas dia.

Munawar menegaskan siapa pun yang berutang, pemerintah harus punya devisa yang memadai karena saat utang itu jatuh tempo, pembayaran utang swasta sekalipun akan berpengaruh ke cadangan devisa.YK/SB/bud/WP

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.