Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Medan Gunung Rinjani Sangat Menantang, Wisatawan Wajib Patuhi Aturan Pendakian

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 08:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Medan Gunung Rinjani Sangat Menantang, Wisatawan Wajib Patuhi Aturan Pendakian Doc: Balai TNGR NTB
Ket. Pendaki di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, NTB.

MATARAM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan para wisatawan untuk tetap mematuhi aturan pendakian di Gunung Rinjani Lombok, demi keselamatan dan kelestarian kawasan wisata tersebut.

"​Sebelum kamu melangkah, kenali dulu aturan penting demi keselamatan diri sendiri dan kelestarian alam di kawasan Gunung Rinjani Lombok," kata Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat Budy Kurniawan di Mataram, Jumat (12/6).

Ia mengatakan pendakian di kawasan wisata alam gunung Rinjani bukan sekadar destinasi, tapi kawasan konservasi dengan medan yang menantang.

Oleh karena itu, para pengunjung atau wisatawan untuk tetap mematuhi ketentuan ketentuan wajib bagi para pendaki di antaranya minimal 2 orang dalam 1 kelompok.

"Artinya jangan mendaki sendirian, karena rekan pendakian sangat penting untuk saling menjaga saat situasi darurat," katanya.

Selanjutnya, pengunjung wajib menggunakan pemandu/pendaki berpengalaman:, karena medan pendakian di kawasan Gunung Rinjani punya karakteristik unik, pemandu akan membantu memahami jalur dan prosedur keselamatan.

Selain itu, diharapkan memiliki pengalaman mendaki gunung lain dan jika ada pendaki di bawah 17 tahun wajib didampingi dan membawa surat izin orang tua/wali.

"Perlengkapan pendakian juga wajib dibawa, kurangi sampah plastik atau wajib membawa wadah makan dan minum yang bisa diisi ulang," katanya.

​Ia mengatakan aturan ini bukan untuk membatasi ruang gerak wisatawan yang ingin melihat keindahan alam Gunung Rinjani, melainkan untuk melindungi dan menjaga agar Rinjani Lombok tetap asri untuk generasi mendatang.

"SOP pendakian harus tetap dipatuhi untuk keselamatan bersama dan untuk generasi penerus ke depan," katanya.

Balai TNGR juga mengimbau kepada masyarakat atau pengunjung untuk tetap mematuhi aturan tersebut, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.