Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Perlu Waspadai Pertumbuhan Utang Luar Negeri Swasta

📅 Selasa, 18 Jun 2019, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perlu Waspadai Pertumbuhan Utang Luar Negeri Swasta Doc: Sumber: Bank Indonesia – Litbang KJ/and - KJ/ONE

>> Penerimaan pemerintah belum memadai, di saat beban utang sangat besar.

>> Jika terjadi turbulensi global dan nasional maka keuangan RI akan terguncang keras.

JAKARTA - Sejumlah kalangan mengingatkan pemerintah agar mewaspadai tren pertumbuhan utang luar negeri (ULN) swasta yang cukup pesat, dan jumlahnya kini telah melampaui ULN pemerintah. Kondisi seperti itu apabila tidak dikelola dan diantisipasi secara cermat dikhawatirkan berpotensi memicu krisis ekonomi seperti yang terjadi pada krisis keuangan 1998.

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik, Salamuddin Daeng, mengungkapkan ULN swasta yang terus berkejaran dengan ULN pemerintah mesti dicermati karena terjadi di tengah-tengah perlambatan ekonomi global akibat perang dagang dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang stagnan di level 5 persen.

"Krisis 1998 terjadi karena utang swasta besar, namun utang pemerintah masih kecil sehingga negara masih bisa menalangi kewajiban bayar swasta. Inilah yang melahirkan skandal BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)," papar dia, di Jakarta, Senin (17/6).

Sedangkan saat ini, lanjut Salamuddin, ULN swasta dan pemerintah sama-sama besar dan negara tidak memiliki kekuatan keuangan seperti 1998. Itu berarti, ancaman krisis yang harus diwaspadai jauh lebih besar.

"Jika terjadi turbulensi global dan nasional dalam level kecil saja maka keuangan Indonesia akan terguncang sangat keras karena pemerintah sendiri tidak memiliki kemampuan lagi untuk menalangi utang swasta dan BUMN yang menggunung," tukas dia.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mengumumkan ULN Indonesia naik 8,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per akhir April 2019 menjadi 389,3 miliar dollar AS atau setara 5.533 triliun rupiah dengan menggunakan perhitungan kurs tengah pada 30 April yakni 14.215 rupiah per dollar AS.

ULN tersebut terdiri atas utang pemerintah yang ditambah dengan bank sentral sebesar 189,7 miliar dollar AS dan utang swasta termasuk BUMN sebesar 199,6 miliar dollar AS.

"ULN Indonesia secara keseluruhan tumbuh 8,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2019 sebesar 7,9 persen (yoy)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onnny Widjanarko, Senin.

Jika melihat sektornya, kenaikan ULN April lalu lebih didominasi kenaikan utang swasta, karena ULN pemerintah tumbuh melambat yakni 3,4 persen (yoy) dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,6 persen (yoy).

Pada periode sama, ULN swasta naik 14,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2019 sebesar 13 persen (yoy). ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap atau air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian dengan total pangsa 75,2 persen terhadap total ULN swasta.

Penerimaan Memburuk

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Danantara Terbitkan Obligas...
Olahraga
Piala Dunia, Son Siap Pimpi...
Megapolitan
Kebakaran Landa Dua Area Ja...
Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 12 J...

Ayo ke Jakarta Fair, Membidik Transaksi Rp8 Triliun

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Ayo ke Jakarta Fair, Membid...
Megapolitan
Efek Domino Korupsi MBG, Ka...
Olahraga
Mourinho Kembali ke Madrid:...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.