Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada! Polisi Pastikan Pelaku Kekerasan Pada Hewan Bisa Dijerat Pidana

📅 Senin, 27 Feb 2023, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada!  Polisi Pastikan Pelaku Kekerasan Pada Hewan Bisa Dijerat Pidana Doc: istimewa
Ket. Kasat Reskim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, saat memberikan sosialisasi UU Kekerasan dalam kegiatan Pet Festival, di Banda Aceh, Senin (27/2/2023).

Banda Aceh - Polresta Banda Aceh menegaskan bahwa pelaku kekerasan terhadap hewan juga bisa dijerat dengan UU Perlindungan Hewan yang terdapat pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sesuai pasal 302.

"Di mana, pada ayat 1 disebutkan pelaku bisa diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500 karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Fadhillah Aditya Pratama, di Banda Aceh, Senin (27/2).

Kemudian, pada ayat 2 disebutkan pelaku dapat dipidana penjara paling lama sembilan bulan atau denda paling banyak Rp300 ribu karena penganiayaan hewan hingga mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, cacat, menderita luka-luka berat lainnya, atau mati.

Selain itu, UU Nomor 41 Tahun 2014 pasal 91 B ayat satu juga menyebutkan bahwa setiap orang yang menganiaya dan atau menyalahgunakan hewan sehingga mengakibatkan cacat dan atau tidak produktif akan dipidana kurungan paling singkat satu bulan, dan paling lama enam bulan dan denda paling sedikit Rp1 juta serta paling banyak Rp5 juta.

Lalu, kata Fadillah, juga terdapat pasal yang mengatur tentang kewajiban melaporkan tindakan kekerasan terhadap hewan.

"Dalam Pasal 91 B ayat 2 disebutkan bahwa setiap orang yang mengetahui perbuatan kekerasan terhadap hewan dan tidak melaporkan kepada pihak berwenang akan dipidana kurungan paling singkat satu bulan dan paling lama tiga bulan, atau denda uang paling banyak Rp3 juta," ujarnya.

Fadillah menuturkan, sejauh ini pihaknya belum pernah menerima laporan tentang kekerasan terhadap hewan peliharaan dan liar di Banda Aceh. Tetapi, Polresta Banda Aceh menyatakan akan menindaklanjuti jika ada laporan tersebut.

"Tapi, kalau betul ada tindak kekerasan silakan laporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti," katanya.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga mengajak masyarakat di kota setempat untuk memberikan sanksi sosial kepada pelaku kekerasan hewan, selain nantinya bisa dijerat dengan hukum pidana.

"Pelaku bisa diberikan juga sanksi sosial atau di viralkan saja tidak apa-apa, karena bisa jadi yang melakukan tersebut tidak paham atau sengaja melakukan penganiayaan," ujar Kompol Fadillah.

Sementara itu, Ketua Cat Lovers Banda Aceh Herlina Kristanto menambahkan, Komunitas Pecinta Hewan seperti Cat Lovers Banda Aceh, Lingkar Satwa Koetaradja, dan Indonesian Cat Association (ICA) Aceh juga sangat siap menampung laporan kekerasan hewan dari masyarakat.

"Apabila menemukan tindakan kekerasan terhadap hewan silakan laporkan kepada kami beserta buktinya untuk kami teruskan kepada Polresta Banda Aceh," demikian Herlina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.