Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenkes Tekankan Kesehatan Mental Mahasiswa Baru

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Wamenkes Tekankan Kesehatan Mental  Mahasiswa Baru Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono, dalam rangkaian kegiatan PKKMB UI, di Jakarta, Senin (12/8).

JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono, menyatakan pentingnya kesehatan mental bagi para mahasiswa. Terlebih bagi mahasiswa baru yang baru lepas dari kehidupan sekolah ke kehidupan kampus.

"Mahasiswa baru yang sedang menghadapi salah satu fase peralihan status pendidikan dari seorang siswa menjadi mahasiswa," ujar Dante, dalam rangkaian kegiatan PKKMB UI, di Jakarta, Senin (12/8).

Dia menerangkan, secara umum mahasiswa baru akan mengalami yang namanya Kurva W. Kurva tersebut menggambarkan naik turunnya siklus kejiwaan yang dialami oleh seorang mahasiswa baru, serta hubungannya dengan faktor kepuasan dan waktu.

"Secara umum, mahasiswa baru akan mengalami yang namanya Kurva W, yakni dimulai dari Bulan Madu (permulaan kuliah) - Culture Shock (banyak tugas, homesick) - Penyesuaian Awal (mengelola waktu & pertemanan) - Mental Isolation (pulang ke rumah dan banyak hal berubah) - Penerimaan dan Integrasi (merasa menemukan rumah baru)," jelasnya.

Dante mengungkapkan, kemampuan beradaptasi yang cepat sangat penting bagi mahasiswa. Menurutnya, bukan yang terkuat atau terpintar yang akan bertahan, melainkan yang paling cepat menyesuaikan diri.

Dia menyarankan mahasiswa untuk memprioritaskan tugas, manajemen waktu, dan memiliki hobi. Ketika mengatasi stres, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengelola dan mengaktifkan sistem parasimpatis rest and digest.

"Kesehatan adalah asetmu yang paling berharga untuk manajemen stres, tidur cukup dan berkualitas, olahraga yang teratur, makan yang bergizi," terangnya.

Tantangan Pendidikan

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Haris, menuturkan, tantangan umum mahasiswa di Indonesia adalah tingginya angka pengangguran lulusan. Sebanyak 11,8% lulusan, atau sekitar 945.413 orang terdiri dari 191.681 diploma dan 753.732 sarjana, merupakan pengangguran terdidik.

"Tantangan kedepan sangat luas, sangat kompetitif, diperlukan daya saing yang sangat tinggi karena perkembangan era teknologi saat ini adalah masa otomatisasi/artificial intelligence. Hal ini akan mengubah semua apa yang menjadi kebiasaan manusia," ucapnya.

Dia menambahkan, dengan adanya otomatisasi, hal yang sebelumnya tidak terpikirkan dapat menjadi hal yang sangat lumrah dan dibutuhkan di masyarakat. Karena itu, mahasiswa baru dituntut harus selalu adaptif untuk dapat bertahan.

"Dinamika pendidikan tinggi yang sangat cepat dan tuntutan adaptasi yang tinggi menjadi salah satu faktor penyebab masalah kesehatan mental pada mahasiswa," tuturnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.