Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Universitas Andalas Loloskan Tujuh Proposal RIKUB 2025 dari Kemdiktisaintek

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Universitas Andalas Loloskan Tujuh Proposal RIKUB 2025 dari Kemdiktisaintek Doc: Antara Foto
Ket. Rektor Universitas Andalas, Sumatera Barat Efa Yonnedi

Sebanyak tujuh proposal riset yang diajukan Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat Sumbar, berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) lewat Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) tahun anggaran 2025.

"Unand kembali mengukuhkan reputasi risetnya di tingkat nasional, dimana tujuh proposal riset mendapatkan pendanaan langsung dari Kemdiktisaintek," kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand Prof Marzuki di Padang, Kamis.

Prof Marzuki menyebutkan tujuh proposal riset tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0768/C3/DT.05/00/2025 tertanggal 4 September 2025. Dengan jumlah tersebut Unand menempati posisi kedua terbanyak secara nasional.

Adapun daftar lima besar perguruan tinggi penerima pendanaan RIKUB 2025 ialah Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak delapan proposal, Unand tujuh proposal, Universitas Riau (Unri) memperoleh pendanaan enam proposal. Kemudian Universitas Indonesia (UI) lima proposal serta lima proposal bagi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Prof Marzuki menyebutkan tujuh proposal unggulan Unand tersebut terkait inovasi pemanfaatan tanin gambir sebagai biopolimer alam dalam pengembangan produk hilir industri coating antikorosi berkelanjutan berbasis teknologi hijau.

Kedua, model efisiensi fiskal penggunaan dana transfer daerah melalui pendekatan bayesian vector autoregressive dengan menganalisis data makroekonomi tingkat provinsi. Proposal ketiga tentang inovasi produk nanoemulsi aroma terapi polyherbal sebagai antidepresi dan antiinsomnia.

Selanjutnya, transformasi rantai nilai kopi spesialti berbasis sirkular ekonomi: Inovasi pascapanen ramah lingkungan, rendah akrilamida, dan transparan melalui teknologi blockchain. Kemudian pembuatan prototipe suplemen medis berbasis serat nano, pati resisten dan tepung bengkuang termodifikasi untuk pengidap diabetes, inflamasi dan disbiosis usus.

Berikutnya Kemdiktisaintek juga memberikan pendanaan riset dosen Unand terkait stasiun tenaga surya portable berbasis IoT dengan output AC/DC adaptif sebagai solusi alternatif mendukung ketahanan energi.

Terakhir, proposal riset terkait aplikasi rotor savonius sebagai silinder efek magnus untuk membantu propulsi kapal barang dan nelayan.

Senada dengan itu Rektor Unand Efa Yonnedi mengatakan keberhasilan kampus itu memperoleh pendanaan riset dari Kemdiktisaintek semakin menegaskan komitmen perguruan tinggi itu dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kancah nasional.

"Prestasi ini semakin menegaskan bahwa riset Unand tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa," katanya.

Ia mengatakan Unand terus mendorong inovasi untuk meningkatkan kapasitas riset dengan membangun pusat-pusat riset unggulan yang berfokus pada bidang-bidang strategis.

Selain itu Unand juga mendorong hilirisasi hasil penelitian dan memfasilitasi komersialisasi inovasi-inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat maupun industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.