Trump Tuduh Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Kim Jong Un Bersekongkol Lawan Amerika Serikat
📅 Rabu, 03 Sep 2025, 18:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tuduhan keras terhadap tiga pemimpin dunia, yakni Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Trump menilai ketiganya tengah bersekongkol melawan Amerika Serikat di tengah parade militer besar-besaran yang digelar di Beijing untuk memperingati 80 tahun kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.
Dalam sebuah unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump menyindir Xi Jinping secara langsung.
“Sampaikan salam hangat saya kepada Vladimir Putin dan Kim Jong Un, karena kalian berkonspirasi melawan Amerika Serikat,” tulis Trump.
Mantan presiden tersebut juga mempertanyakan sikap Tiongkok dalam mengenang pengorbanan tentara Amerika Serikat selama Perang Dunia II. Ia menekankan “darah” yang ditumpahkan pasukan AS ketika membantu Tiongkok merebut kemerdekaan dari pendudukan Jepang dan mengingatkan bahwa ribuan tentara Amerika telah gugur dalam pertempuran tersebut.
Trump menambahkan bahwa ia berharap pengorbanan tentara AS bisa dihormati serta dikenang oleh rakyat Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya berharap mereka akan dihormati dan dikenang atas keberanian dan pengorbanan mereka,” ujarnya.
Meski pernyataannya bernada tajam, Trump tetap mengakhiri pesannya dengan ucapan selamat.
“Hari perayaan yang agung dan abadi,” tulisnya kepada Xi Jinping dan rakyat Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Parade militer di Beijing tersebut menjadi sorotan internasional karena mempertemukan Xi, Putin, dan Kim dalam satu panggung kekuatan. Di hadapan lebih dari 50.000 orang di Lapangan Tiananmen, Xi Jinping menegaskan bahwa Tiongkok ingin tampil sebagai kekuatan perdamaian global dan menyerukan pilihan bagi umat manusia antara jalan damai atau perang, dialog atau konfrontasi, serta kerja sama yang saling menguntungkan.
Namun, di balik retorika damai itu, parade justru menampilkan kekuatan militer Tiongkok yang semakin maju. Lebih dari 10.000 prajurit dilibatkan bersama sekitar 100 unit pesawat tempur, kendaraan lapis baja, serta deretan senjata strategis, termasuk rudal hipersonik, rudal balistik antarbenua DF-61 berkemampuan nuklir, drone tempur, hingga sistem persenjataan laser.
Usai parade, Putin dan Kim Jong Un meninggalkan lokasi untuk melakukan pertemuan bilateral. Media Rusia melaporkan bahwa diskusi tersebut semakin menegaskan hubungan erat antara Moskow dan Pyongyang, terutama di tengah tekanan internasional yang membuat kedua negara semakin mengandalkan dukungan Tiongkok.
Laporan intelijen Barat sebelumnya juga menyebut Korea Utara telah memasok Rusia dengan peluru artileri, rudal, hingga personel untuk memperkuat perang di Ukraina. Sementara itu, Tiongkok meski menyatakan sikap netral tetap menjadi pembeli utama minyak Rusia dan turut menyediakan teknologi dwiguna yang mendukung upaya militer Moskow.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah pertemuan tingkat tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang juga mempertemukan Xi, Putin, Kim, dan para pemimpin regional lainnya. Forum tersebut semakin memperkuat visi Xi Jinping yang ingin menempatkan Tiongkok sebagai pusat dalam membangun tatanan dunia baru.
Sementara itu, tuduhan Trump di Truth Social muncul seiring meningkatnya kekecewaan dirinya terhadap Vladimir Putin. Pada 2 September lalu, ia secara terbuka menyatakan rasa kecewa mendalam terhadap Presiden Rusia dan menyebut kemungkinan langkah baru akan ditempuh Washington.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!