Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korea Utara Uji Rudal Jelajah Baru

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 02:10 WIB | Oleh:
Korea Utara Uji Rudal Jelajah Baru Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Foto menunjukkan uji tembak sistem peluncur rudal yang dilakukan oleh Administrasi Rudal dan Akademi Ilmu Pertahanan di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, pada Selasa (26/5).

TOKYO – Korea Utara pada Rabu (27/5) melaporkan telah melakukan uji coba sejumlah sistem persenjataan terbaru, termasuk rudal jelajah, rudal balistik, serta roket artileri, dalam rangka modernisasi kekuatan militernya.

Uji coba yang disaksikan langsung oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un itu disebut sebagai bagian dari upaya Pyongyang mencapai target pembangunan pertahanan lima tahun. Tes tersebut dilakukan sehari sebelumnya, Selasa (26/5), dan mencakup “sistem senjata rudal jelajah taktis” serta “sistem peluncuran rudal multifungsi ringan”.

Langkah ini diumumkan setelah militer Korea Selatan menyatakan bahwa Korea Utara telah meluncurkan sejumlah proyektil, termasuk rudal balistik jarak pendek, dari wilayah pesisir baratnya. Menurut laporan militer Korsel, proyektil tersebut diluncurkan sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan melesat hingga sekitar 80 kilometer. Peluncuran ini juga tercatat sebagai uji coba rudal balistik pertama Korea Utara sejak 19 April.

Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa uji coba tersebut mencakup analisis daya ledak “hulu ledak misi khusus pada rudal balistik taktis” serta pengujian akurasi serangan rudal jelajah taktis yang disebut telah dilengkapi teknologi pemandu berbasis kecerdasan buatan (AI).

KCNA juga mengklaim bahwa rudal jelajah taktis dengan sistem navigasi otonom berpresisi tinggi itu mampu mengenai sasaran hingga jarak 100 kilometer. Senjata tersebut disebut akan ditempatkan pada brigade artileri jarak jauh di sepanjang perbatasan selatan yang berbatasan dengan Korea Selatan.

Kim Jong Un dilaporkan menyatakan kepuasan atas hasil uji coba tersebut, yang menurutnya menunjukkan “isyarat jelas peningkatan kekuatan angkatan bersenjata Korea Utara”. Ia juga menegaskan bahwa sistem kendali penembakan serta sistem otomatis pada kendaraan peluncur telah diperbarui agar sesuai dengan kondisi peperangan modern dan meningkatkan kemampuan tempur.

Kesiapan Tempur

Sementara itu, militer Korea Selatan sebelumnya melaporkan deteksi peluncuran sejumlah rudal dari wilayah Chongju, Provinsi Pyongan Utara, yang mengarah ke Laut Kuning. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyebutkan bahwa otoritas militer terus menganalisis detail peluncuran tersebut dan meningkatkan pengawasan serta kesiapan tempur untuk mengantisipasi kemungkinan peluncuran lanjutan.

Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang juga disebut terus berbagi informasi intelijen terkait aktivitas peluncuran rudal tersebut. Yonhap melaporkan bahwa peluncuran kali ini merupakan yang kedelapan sepanjang tahun ini dan menjadi yang pertama dalam 37 hari terakhir.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Korea Selatan juga mengumumkan rencana pengembangan kapal selam bertenaga nuklir sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan terhadap ancaman rudal dan nuklir Korea Utara. Kementerian Pertahanan Korsel menyebutkan kapal selam tersebut diperkirakan mulai diluncurkan pada pertengahan 2030-an dan beroperasi pada akhir dekade yang sama.

Kapal selam itu akan menggunakan uranium dengan pengayaan rendah sebagai bahan bakar dan seluruh proses pengembangannya akan dilakukan di dalam negeri untuk memastikan kemandirian sistem pertahanan nasional. Pemerintah Korea Selatan juga menegaskan bahwa proyek tersebut tetap mematuhi kewajiban nonproliferasi nuklir dan akan dilakukan melalui koordinasi erat dengan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan sebelumnya, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menekankan pentingnya mempercepat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, drone, serta pengembangan sistem pertahanan strategis, termasuk kapal selam bertenaga nuklir, untuk menghadapi ancaman keamanan regional yang terus berkembang.

Di sisi lain, Korea Utara terus menegaskan bahwa pengembangan persenjataan tersebut merupakan bagian dari hak kedaulatan negara dalam memperkuat pertahanan nasional di tengah apa yang mereka sebut sebagai ancaman dari negara-negara musuh di kawasan. SB/Ant/and

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Aksi Mogok Jualan Pedagang ...
Daerah
Pameran Bursa Kerja Bandung...
Megapolitan
Bandar Udara Soekarno Hatta...
Luar Negeri
Teknologi Semakin Jadi Anda...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.