Trio Ilmuwan Mekanika Kuantum dari Inggris, Prancis dan AS, Raih Nobel Fisika 2025
📅 Selasa, 07 Okt 2025, 17:07 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Nobel Prize Outreach/Niklas Elmehed
STOCKHOLM - Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia pada Selasa (7/10) telah memutuskan untuk menganugerahkan Hadiah Nobel Fisika 2025 kepada John Clarke (Inggris), Michel H Devoret (Prancis), dan John M Martinis (AS) atas penemuan penerowongan mekanika kuantum makroskopik dan kuantisasi energi dalam rangkaian listrik.
Para peraih penghargaan ini menggunakan serangkaian eksperimen untuk menunjukkan bahwa sifat-sifat ganjil dunia kuantum dapat diwujudkan dalam sistem yang cukup besar untuk digenggam.
Sistem listrik superkonduktor mereka dapat melakukan penerowongan dari satu keadaan ke keadaan lain, seolah-olah menembus dinding.
Mereka juga menunjukkan bahwa sistem tersebut menyerap dan memancarkan energi dalam dosis-dosis dengan ukuran tertentu, persis seperti yang diprediksi oleh mekanika kuantum.
Pertanyaan utama dalam fisika adalah ukuran maksimum suatu sistem yang dapat menunjukkan efek mekanika kuantum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peraih Nobel tahun ini melakukan eksperimen dengan rangkaian listrik. Di sana, mereka mendemonstrasikan penerowongan mekanika kuantum dan tingkat energi terkuantisasi dalam sistem yang cukup besar untuk digenggam.
Mekanika kuantum memungkinkan sebuah partikel bergerak lurus melewati penghalang, menggunakan proses yang disebut penerowongan. Begitu sejumlah besar partikel terlibat, efek mekanika kuantum biasanya menjadi tidak signifikan.
Eksperimen para peraih Nobel menunjukkan bahwa sifat mekanika kuantum dapat dikonkretkan dalam skala makroskopis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahun 1984 dan 1985, John Clarke, Michel H Devoret, dan John M Martinis melakukan serangkaian eksperimen dengan rangkaian elektronik yang terbuat dari superkonduktor, komponen yang dapat menghantarkan arus tanpa hambatan listrik.
Dalam rangkaian tersebut, komponen superkonduktor dipisahkan oleh lapisan tipis material non-konduktif, suatu pengaturan yang dikenal sebagai sambungan Josephson.
Dengan menyempurnakan dan mengukur berbagai sifat rangkaian mereka, mereka mampu mengendalikan dan mengeksplorasi fenomena yang muncul ketika arus mengalir melaluinya.
Bersama-sama, partikel bermuatan yang bergerak melalui superkonduktor membentuk sistem yang berperilaku seolah-olah mereka adalah satu partikel tunggal yang mengisi seluruh rangkaian.
Sistem seperti partikel makroskopis ini awalnya berada dalam keadaan di mana arus mengalir tanpa tegangan. Sistem terperangkap dalam keadaan ini, seolah-olah berada di balik penghalang yang tidak dapat dilewatinya.
Dalam eksperimen tersebut, sistem menunjukkan karakter kuantumnya dengan berhasil keluar dari keadaan tegangan nol melalui penerowongan. Perubahan keadaan sistem dideteksi melalui munculnya tegangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!