Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Mau jadi Republik, 3 Negara Tetangga RI Deklarasikan Raja Charles III sebagai Pemimpin Negara

📅 Rabu, 14 Sep 2022, 12:54 WIB | Oleh:
Tak Mau jadi Republik, 3 Negara Tetangga RI Deklarasikan Raja Charles III sebagai Pemimpin Negara Doc: Reuters
Ket. Raja Charles III menggantikan sang ibunda, Ratu Elizabeth II.

Tiga negara tetangga Indonesia menyatakan mendeklarasikan dukungan terhadap pemimpin baru kerajaan Inggris, Raja Charles III yang menggantikan Ratu Elizabeth II.

Ketiga negara Persemakmuran Inggris, Selandia Baru, Australia dan Papua Nugini telah resmi memproklamirkan Raja Charles III sebagai kepala negara baru dalam upacara negara yang di gelar di Wellington, Canberra dan Port Moresby pada awal pekan ini.

Sebanyak 21 tembakan dari angkatan bersenjata dilontarkan sebagai bentuk penghormatan negara Kanguru kepada Raja Charles III sebagai kepala negara baru di Gedung Parlemen Canberra, Australia pada Senin (12/9).

Australia melalui Perdana Menteri Anthony Albanese, lebih dulu mengumumkan hari berkabung nasional demi mengenang Ratu Elizabeth II yang akan berlangsung pada 22 September mendatang. Hari itu juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun-tahun mendatang.

Mengenai sosok Raja Charles III, Albanese mengatakan anak pertama dari mendiang Ratu Elizabeth II itu harus membangun citra dan kedekatannya dengan warga Australia melalui jalannya sendiri.

Sementara, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, pada Senin (12/9) mengatakan pemerintahnya tidak akan melakukan langkah apa pun untuk mengubah Selandia Baru menjadi sebuah republik setelah kepergian Ratu Elizabeth II.

Walaupun sang PM pernah menginginkan Selandia Baru menjadi negara republik, Ardern kini merasa perubahan itu tak akan terjadi pada masa jabatannya. Ia menjelaskan ada masalah-masalah lebih mendesak yang harus dilakukan pemerintahnya.

Atas dasar itu, Raja Charles III tetap menjadi kepala negara Selandia Baru yang diwakili di negara itu oleh seorang gubernur jenderal.

"Ini hanya soal laju perdebatan, dan seberapa luas perdebatan itu terjadi. Saya telah berkali-kali menjelaskan pandangan saya. Saya benar-benar percaya itulah arah yang akan dituju Selandia Baru, pada waktunya. Saya percaya ini kemungkinan besar akan terjadi dalam hidup saya. Tetapi saya tidak melihatnya sebagai suatu langkah jangka pendek atau sesuatu yang ada di agenda dalam waktu dekat," kata Ardern.

Sekali lagi Ardern pun menegaskan bahwa menjadikan Selandia Baru sebagai republik bukanlah sesuatu yang menurutnya dapat dilaksanakan dengan tergesa-gesa selama pemerintahannya.

"Seperti yang saya katakan, sebagian besar sebenarnya karena saya tidak pernah merasakan urgensinya," kata Ardern.

"Ada begitu banyak tantangan yang kita hadapi. Ini adalah perdebatan signifikan yang besar. Menurut saya ini bukan perdebatan yang akan atau harus berlangsung dengan cepat," jelas Ardern.

Ardern pun menyampaikan belasungkawa atas kepergian sang Ratu. Ia mengatakan Elizabeth adalah sosok yang luar biasa dan banyak warga Selandia Baru yang akan menghargai kesempatan untuk memperingati kematiannya dan merayakan hidupnya.

Selain Selandia Baru dan Australia, Papua Nugini turut memproklamirkan Raja Charles III sebagai kepala negara baru negara itu. Upacara itu digelar pada Selasa (13/9) sekaligus menghormati mendiang Ratu Elizabeth II.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.