Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stop Boros Pangan Digaungkan

📅 Senin, 25 Sep 2023, 08:41 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Stop Boros Pangan Digaungkan Doc: istimewa

JAKARTA - Masyarakat diminta lebih efisien dalam mengonsumsi pangan. Sebab, food waste atau mubazir makanan sampai saat ini masih tinggi.

Food waste adalah makanan yang siap disantap, tapi terbuang begitu saja dan menjadi sampah. Berdasarkan laporan Badan Pangan Nasional (Bapanas), limbah makanan yang biasa disebut food lose and waste ada sekitar 31 persen. Merujuk Data Organisasi Pangan Global (FAO), sepertiga dari pangan yang diproduksi atau sekitar 1,3 miliar ton pangan terbuang setiap tahunnya.

"Kami minta masyarakat untuk belanja secukupnya dan mengampanyekan stop boros pangan karena food lose and waste ada sekitar 31 persen. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mengurangi boros pangan dan tidak mubazir," tegas Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, melalui keterangannya seusai acara penyaluran bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Sukoharjo, Jawa Tengah, pekan lalu.

Arief menyatakan masyarakat perlu memahami pentingnya mengurangi food loss and waste, terutama untuk mengantisipasi dampak El Nino yang mengancam produksi pangan. "Karena itu, saya mengajak untuk Stop Boros Pangan sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan, karena dampaknya juga merugikan secara ekonomi dan lingkungan," ungkapnya.

Adapun Bapanas terus gencar mengajak masyarakat melalui Gerakan Selamatkan Pangan untuk cegah food waste di tingkat nasional dan wilayah, baik provinsi maupun kabupaten/kota sebagai upaya kewaspadaan pangan dan gizi.

Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Nyoto Suwignyo, menyatakan upaya penyelamatan pangan bersifat strategis mengingat secara global menurut FAO, sepertiga dari pangan yang diproduksi atau sekitar 1,3 miliar ton pangan terbuang setiap tahunnya.

"Selanjutnya, menurut data United Nations Environment Programme (UNEP) pada 2021 terdapat sebanyak 17 persen pangan terbuang percuma karena perilaku boros pangan (food waste)," sebutnya.

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, mendukung upaya pemerintah mendorong penghematan konsumsi pangan.

Menurutnya, masyarakat memang harus mengurangi konsumsi beras dan beralih ke pangan jenis lainnya. "Itu juga untuk menghemat biaya atau anggaran, apalagi tahun ini impor beras capai dua juta ton," sebutnya.

Percepat Penyaluran

Sementara itu, pemerintah terus bekerja keras meningkatkan stok beras dan lebih penting dari itu juga mempercepat pendistribusiannya kepada masyarakat dengan terus mengguyur baik di pasar tradisional ataupun pasar modern.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, selepas acara penyaluran bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bersama Kepala Bapanas di Telukan, Sukoharjo, Jawa Tengah, pekan lalu.

Pratikno berharap agar antisipasi ini terus dilakukan dalam menghadapi El Nino atau kemarau panjang yang melanda banyak negara. "Namun, kita yakin pemerintah terus menggenjot produksi di wilayah-wilayah yang stok airnya masih mencukupi untuk terus produksi secara maksimal dalam meningkatkan produksi beras nasional," ujar Mensesneg.

Menurutnya, saat ini kondisi itu berkaitan dengan masalah supply dan demand.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.