Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Status Gunung Awu Diturunkan Badan geologi Jadi Waspada

📅 Minggu, 02 Feb 2025, 17:38 WIB | Oleh:
Status Gunung Awu Diturunkan Badan geologi Jadi Waspada Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara menjadi level II (waspada), Minggu.

MANADO - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menurunkan status Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, menjadi Level II (Waspada), Minggu.

"Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental hingga tanggal 31 Januari 2025 maka tingkat aktivitas Gunung Awu diturunkan dari Level III (siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 2 Februari 2025 pukul 06.00 WITA," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid AN dalam siaran pers yang diterima di Manado, Minggu.

Disebutkan pada tanggal 16 April 2024 tingkat aktivitas Gunung Awu dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) karena adanya peningkatan aktivitas gempa vulkanik dangkal (VB) dan gempa vulkanik dalam (VA).

Perkembangan terakhir aktivitas Gunung Api Awu hingga tanggal 31 Januari 2025 adalah pada pengamatan visual saat ini menunjukkan aktivitas di permukaan masih berupa embusan asap kawah dengan tinggi sekitar 10- 200 meter (dominan 20 meter)  yang mengindikasikan aktivitas embusan asap kawah masih berfluktuasi dan tidak terjadi peningkatan secara menerus dan signifikan.

Rentetan gempa-vulkanik dalam dan dangkal (Spasmodic Burst) masih terjadi, kata dia, namun dengan jumlah kejadian yang cenderung berkurang. Kejadian rentetan gempa vulkanik terbaru terjadi pada tanggal 31 Januari 2025 antara pukul 18.07 - 18.17 WITA dan merekam sembilan gempa vulkanik dangkal.

Berkurangnya kejadian rentetan gempa vulkanik dangkal tersebut, kata dia, maka proses pelepasan tekanan dan peretakan batuan di bawah kubah lava mengalami penurunan.

Muhammad Wafid mengatakan pemantauan deformasi Gunung Awu dengan menggunakan Tiltmeter pada stasiun Kolongan masih menunjukkan terjadinya akumulasi tekanan yang disebabkan oleh aktivitas magma.

Begitu pula stasiun tiltmeter puncak juga menunjukkan masih adanya akumulasi tekanan.

Pengamatan visual dan instrumental menunjukkan terjadinya penurunan aktivitas kegempaan yang masih disertai dengan akumulasi tekanan, perubahan secara tiba tiba masih mungkin terjadi.

Namun dengan adanya kubah lava 2004 di kawah Gunung Awu, maka perlu energi yang sangat besar untuk menghasilkan letusan.

"Evaluasi akan terus dilakukan untuk memantau aktivitas Gunung Awu ke depan," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.