Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Solok Respon Keluhan Air PDAM Kotor dan Berbau

📅 Senin, 14 Apr 2025, 20:10 WIB | Oleh:
Pemkab Solok Respon Keluhan Air PDAM Kotor dan Berbau Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Solok menindaklanjuti keluhan yang cukup ramai dikeluhkan masyarakat baik di media sosial, maupun laporan langsung dari masyarakat terkait ketersediaan air bersih.

Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat menanggapi keluhan warga di Nagari (desa) Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok mengenai air Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) yang tercemar (kotor dan berbau).

Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama Anggota DPRD Kabupaten Solok Hafni Hafiz memantau langsung persoalan air bersih PDAM di Nagari Alahan Panjang, Senin.

Bupati Solok menindaklanjuti keluhan yang cukup ramai dikeluhkan masyarakat baik di media sosial, maupun laporan langsung dari masyarakat terkait ketersediaan air bersih.

"Terkait kebutuhan dasar, kita harus gerak cepat. Kita ingin dalam program 100 hari kerja ini, seluruh akses pelayanan publik dapat terbenahi dengan sempurna. Kita survei langsung kondisi air dari PDAM Alahan Panjang ini, warga mengeluh air kotor dan bau. Kita coba cari solusi untuk hal ini agar tidak kembali berulang,” ujarnya.

Bupati meminta PDAM secepatnya melakukan pembenahan pencemaran ini. Kemudian melakukan pemetaan dan pencegahan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi melakukan pencemaran.

"Kita minta Pak Direktur PDAM dan jajarannya untuk segera mengatasi persoalan ini. Petakan kawasan dan pihak-pihak yang berpotensi melakukan pencemaran danau. Dan kejadian sekarang ini, tolong segera dibenahi," kata Jon.

Sebelumnya, masyarakat sekitar Alahan Panjang pengguna air PDAM mengeluhkan kualitas air yang diproduksi oleh PDAM. Dalam postingan di media sosial, air PDAM mengeluarkan bau amis dan berwarna coklat.

Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Kabupaten Solok Febri Fauza mengatakan bahwa hal ini merupakan kejadian alam yang terjadi setiap tahun yang diakibatkan oleh aktivitas yang terjadi di kawasan Danau Di Ateh.

Dirinya menyebutkan bahwa saat ini, PDAM Alahan Panjang masih menggunakan sumber air dari Danau Di Ateh, yang kemudian diolah dan didistribusikan kepada masyarakat pengguna layanan PDAM.

"Biasanya pencemaran lingkungan tersebut terjadi usai tingginya aktivitas di sekitar danau, seperti usai lebaran. Tidak hanya itu, aktivitas pencemaran danau pun ditambah dengan pembuangan limbah dari penginapan wisata di sekitar danau. Tidak hanya PDAM, air yang dikelola oleh kelompok masyarakat atau Pamsimas pun mengalami hal yang sama dengan kita," ucap Febri.

Sebagaimana diketahui Danau Di Ateh merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Solok yang dikunjungi ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.