Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sebagai Komitmen Berantas Premanisme, Pemkot Bogor Audisi dan Kurasi Ratusan Pengamen Jalanan

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 11:50 WIB | Oleh:
Sebagai Komitmen Berantas Premanisme, Pemkot Bogor Audisi dan Kurasi Ratusan Pengamen Jalanan Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Ratusan pengamen di Kota Bogor mengikuti audisi dan kurasi yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Taman Ekspresi, Selasa (22/4).

Penampilan ratusan pengamen ini dinilai langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Iceu Pujiati.

Jenal Mutaqin mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah dalam memberantas premanisme yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan Satgas Pemberantasan Premanisme, yang salah satu targetnya adalah tidak ada lagi pengamen di angkutan kota (angkot).

Jenal Mutaqin mengakui, tidak semua pengamen berbuat ulah. Namun karena audisi dan kurasi dilakukan serentak, sehingga ini harus diikuti oleh semua pengamen untuk menempatkan mereka di beberapa spot kota.

"Ini juga sebagai wujud komitmen pemerintah untuk mengangkat derajat para pengamen menjadi seniman Kota Bogor. Kita naikan kelasnya, derajatnya. Kita tempatkan tidak hanya di taman, tapi ada yang di cafe, restoran, warung taman, dan sebagainya," ucap Jenal Mutaqin.

Nantinya penghasilan pengamen-pengamen yang biasa melakukan aktivitas di dalam angkutan kota atau simpang traffic light bisa terganti dengan pemasukan dari para pengunjung yang dengan sukarela memberi.

Selain itu, ini juga sebagai bentuk edukasi dan pembinaan bagi para pengamen, sebab dalam audiensi ini ada beberapa faktor penilaian, diantaranya yaitu terkait penampilan, baik musik yang dihasilkan ataupun fesyen yang dikenakan harus rapi, kemudian tidak minum-minuman keras ataupun hal-hal negatif lainnya.

Jika terbukti ada yang meminum minuman keras maka pihaknya tidak segan langsung mencoret.

Sebab, lanjut Jenal Mutaqin, sejak awal menjabat dirinya konsen untuk memberantas peredaran minuman alkohol ilegal termasuk di warung-warung yang saat ini sudah dilakukan penindakan tegas.

"Kewajiban saya sudah digaji oleh rakyat untuk menjaga generasi muda Kota Bogor. Miras adalah faktor penyebab premanisme, balap liar, tawuran, pengamen rese, maka ini ikhtiar saya mengajak semua berhenti. Insyaallah ada jalan yang lebih baik dan diangkat derajatnya oleh Allah," ungkap dia.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan saat ini ada delapan taman besar yang bisa dijadikan spot untuk para pengamen.

"Untuk spotnya ada 10-12 spot. Karena satu taman ada yang bisa diisi oleh dua atau tiga spot seperti Alun-alun Kota Bogor. Intinya dinas mensupport setiap program wali kota dan wakil wali kota. Nanti juga akan kita buatkan spot semi permanen yang dilengkapi aliran listrik untuk kebutuhan sound system dan sebagainya," ujar dia

Kepala Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati mengatakan bahwa ada total sekitar 233 orang pengamen yang kemudian disatukan menjadi grup musik.

"Ini adalah ikhtiar pak wali dan pak wakil untuk meng-upgrade meningkatkan kualitas kompetensi dari para mitra kerja dari Parbud yang insyaallah ini dimudahkan menjadi seniman yang keren," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.