Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program BDT 2026: Jaring Talenta Digital dan Tingkatkan Kemampuan Pemanfaatkan AI

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 17:33 WIB | Oleh:
Program BDT 2026: Jaring Talenta Digital dan Tingkatkan Kemampuan Pemanfaatkan AI Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam dalam acara konferensi pers peresmian Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 di Jakarta, Selasa (14/4).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif menjalankan Program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 untuk menjaring talenta-talenta digital dan meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam konferensi pers peresmian BDT 2026 di Jakarta, Selasa (14/4), Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam mengatakan bahwa program ini diadakan untuk membantu industri memenuhi kebutuhan pekerja dengan kemampuan teknologi digital.

"Program BDT ini merupakan pelatihan kompetensi digital yang intensif, multilevel, yang mengkombinasikan pendalaman kemampuan teknis, hard skill dan juga kemampuan interpersonal, soft skill, berbasis kurikulum industri global," kata Neil.

Ia menyampaikan, Program BDT dijalankan karena menurut studi Asia Pacific Digital Skill 2023 sekitar 73 persen pekerja tidak menggunakan keterampilan digital.

Data Kementerian Ketenagakerjaan RI tahun 2023 juga menunjukkan bahwa 53 persen perusahaan merasa kesulitan mendapatkan pekerja dengan kemampuan teknologi digital.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital memperkirakan Indonesia membutuhkan sampai 12 juta talenta digital pada 2030, tetapi hanya sekitar 9 juta talenta digital yang bisa disiapkan.​​​​​​​

Neil menyampaikan bahwa kurikulum Program BDT 2026 mencakup materi mengenai pembuatan aplikasi, perangkat lunak, dan gim serta penggunaan web dalam platform.

Program BDT 2026 dilaksanakan bekerja sama dengan Dicoding Indonesia.

Kegiatan pelatihan dalam program ini mencakup kelas AI praktis untuk peningkatan produktivitas, kelas penggunaan AI generatif, dan lokakarya penggunaan AI. Ketiga tahapan pembelajaran dilakukan secara daring dan luring.

"Harapan dari program ini adalah gimana kita memastikan talenta-talenta yang ada di Indonesia ini bisa memiliki kapabilitas sehingga mereka bisa tetap relevan dengan kebutuhan industri," kata Chief Executive Officer Dicoding Indonesia Narendra Wicaksono.

"Dan tentunya bisa meningkatkan produktivitas, termasuk gimana supaya industri kita juga bisa berjalan lebih baik dan bisa bersaing di level global," ia menambahkan.​​​​​​​

Pendaftaran peserta Program BDT 2026 dibuka dari 13 April sampai 31 Mei 2026. Program ini gratis dan terbuka untuk umum.

BDT 2026 ditargetkan bisa diikuti oleh 2.200 peserta, termasuk di antaranya pengembang muda yang ingin membuat aplikasi dan meningkatkan kemampuan digital.

Neil mengatakan, pelaksanaan Program BDT merupakan bagian dari upaya untuk mengakselerasi peningkatan sektor ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.