Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Permintaan Batubara Tiongkok akan Segera Mencapai Puncak, Seiring Meningkatnya Energi Bersih

📅 Jumat, 08 Mar 2024, 13:54 WIB | Oleh:
Permintaan Batubara Tiongkok akan Segera Mencapai Puncak, Seiring Meningkatnya Energi Bersih Doc: Istimewa
Ket. Batubara mulai tergeser dari sektor ketenagalistrikan karena lonjakan besar penggunaan energi angin dan surya pada tahun lalu.

BEIJING - Asosiasi Batubara Nasional Tiongkok atau China National Coal Association, baru-baru ini mengatakan, Tiongkok dengan cepat mendekati puncak konsumsi batu bara, namun peran bahan bakar fosil dalam membantu mengatasi masalah keamanan energi berarti penggunaannya akan stagnan untuk beberapa waktu setelahnya.

"Batubara mulai tergeser dari sektor ketenagalistrikan berkat lonjakan besar penggunaan energi angin dan surya pada tahun lalu, sementara krisis real estate membantu mengurangi permintaan dari industri berat," kata wakil sekretaris jenderal China National Coal Association, Zhang Hong.

Dikutip dari Bloomberg, pada saat yang sama, pertumbuhan energi terbarukan berarti batubara dibutuhkan untuk membantu menyeimbangkan pembangkitan energi yang terputus-putus.

Oleh karena itu, penurunan konsumsi yang tajam tidak akan terjadi dalam waktu singkat.

"Permintaan batu bara mencapai masa stabil, namun peran mendasarnya dalam mendukung keamanan pasokan energi Tiongkok sulit diubah dalam jangka pendek," kata Zhang pada KTT Internasional Impor Batubara Tiongkok di Xiamen, Tiongkok tenggara.

"Peran batu bara sebagai energi primer dan cadangan untuk memastikan ketahanan energi tetap tidak berubah, bahkan ketika kondisinya hampir mencapai puncaknya."

Tiongkok menambang dan membakar lebih dari separuh batubara dunia, menjadikan sektor ketenagalistrikan sebagai kontributor terbesar terhadap emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Serangkaian kekurangan listrik dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan pemerintah meningkatkan sektor pertambangan dan terus melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara baru, meskipun negara ini berinvestasi lebih banyak dibandingkan negara lain dalam bidang energi ramah lingkungan.

Konsumsi batu bara naik 5,6 persen tahun lalu, peningkatan yang lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya, karena negara ini tidak menerapkan pembatasan akibat Covid-19 pada saat pembangkit listrik tenaga air dilanda kekeringan bersejarah.

Namun, Badan Energi Internasional memperkirakan konsumsi batu bara di Tiongkok akan menurun pada tahun 2024 dan mencapai titik stabil dalam dua tahun ke depan. Presiden Xi Jinping telah berjanji bahwa penggunaan bahan bakar di negaranya akan mulai menurun pada tahun 2026.

Perdebatan mengenai penggunaan bahan bakar terus berlanjut. Pada konferensi yang sama, kepala manajemen batubara di Guangdong Energy Group, Wu Wenbin, memperkirakan, peningkatan konsumsi sebesar 4 persen tahun ini. Sedangkan Fenwei Digital Information Technology, penyelenggara konferensi dan firma riset industri batubara, memperkirakan kenaikan sebesar 2 persen tahun ini untuk batubara pembangkit listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.