Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat: BI Tidak Perlu Terburu-buru untuk Menaikkan Suku Bunga

📅 Selasa, 12 Jul 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Pengamat: BI Tidak Perlu Terburu-buru untuk Menaikkan Suku Bunga Doc: ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Ket. PERTAHANKAN SUKU BUNGA I Pekerja menyusun tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, baru-baru ini. Dewan Gubernur BI pada Juni 2022 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5 persen.

JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai Bank Indonesia (BI) tidak perlu terburu-buru untuk menaikkan suku bunga acuan karena depresiasi rupiah masih bisa diatasi dengan cadangan devisa.

"BI belum mau menaikkan suku bunganya karena kalau yang dikhawatirkan, misalnya stabilitas nilai tukar rupiah yang dipengaruhi oleh capital flow, tampaknya kemarin tekanannya tidak terlalu besar sehingga bisa diperangi dengan cadangan devisa," kata Faisal melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin (11/7).

Seperti dikutip dari Antara, Faisal mengingatkan BI perlu melihat kondisi ke depan, sehingga kalau rupiah tekanannya begitu besar dan cadangan devisa cepat terkuras mungkin sudah perlu menaikkan suku bunga.

"Kalaupun dinaikkan, saya rasa tidak perlu ada kejutan besar sampai di atas 25 bps, pelan-pelan saja," jelasnya.

Dampak Lanjutan

Selain itu, menurut Faisal, BI juga harus mengalkulasi dampak lanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama kalau suku bunga naik. "Dampaknya adalah penyaluran kredit perbankan ke sektor riil jadi lebih mahal. Jadi, kredit untuk mendapatkan pendanaan para pelaku usaha di Indonesia lebih mahal.

Lalu, pertumbuhan kita juga akan mengalami perlambatan," katanya. Dari sisi fiskal, Faisal mengatakan pemerintah juga telah menambah alokasi subsidi untuk energi seperti pertalite, elpiji 3 kilogram, dan tarif listrik untuk meredam potensi inflasi.

"Hal itu yang meredam inflasi sehingga BI tidak perlu buru-buru menaikkan suku bunga karena menurut inflasi masih moderat. Jadi, itu yang dibutuhkan dari sisi fiskal supaya sinergi," katanya.

Faisal memproyeksikan pada semester II-2022, BI akan meningkatkan suku bunga acuan paling tidak sampai 50 bps, untuk merespons kebijakan lanjutan dari The Fed. Sebelumnya, BI memutuskan untuk tetap mempertahankan BI7DRR sebesar 3,5 persen sejak Maret 2021.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Telkom Bawa Program Numeras...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.