Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov NTB Dorong Pencapaian Netralitas Karbon 10 Tahun Lebih Cepat

📅 Selasa, 18 Mar 2025, 20:35 WIB | Oleh:
Pemprov NTB Dorong Pencapaian Netralitas Karbon 10 Tahun Lebih Cepat Doc: Antara
Ket. Ilustrasi PLTS

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong pencapaian netralitas karbon atau net zero emission 10 tahun lebih cepat pada tahun 2050 ketimbang target nasional dengan ditopang oleh dominasi energi baru terbarukan.

1742304600_0395469cb3485b9593d9.jpg

"Kami menargetkan 10 tahun lebih cepat dari target nasional untuk mencapai net zero emission," kata Pelaksana Tugas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ASDM) NTB Izzuddin Mahili di Mataram, Selasa.

Izzuddin menuturkan angka bauran energi baru terbarukan di Nusa Tenggara Barat sudah mencapai 23,55 persen pada akhir 2024.

Jumlah bauran energi hijau itu sudah melebihi target nasional sebesar 23 persen yang seharusnya tercapai pada tahun 2025. Adapun hingga akhir tahun 2024, angka bauran energi di Indonesia baru mencapai 14 persen.

"Saat ini pencapaian bauran energi di Nusa Tenggara Barat berada jauh di atas target bauran energi nasional," kata Izzuddin.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

Potensi listrik yang dapat dihasilkan dari PLTS sebanyak 10.628 megawatt, sedangkan potensi PLTMH mencapai 52 megawatt.

Berdasarkan jurnal ilmiah berjudul 'Kajian Potensi Energi Surya di Provinsi Nusa Tenggara Barat' yang ditulis oleh Heri Suyanto dari Sekolah Tinggi Teknik PLN menyebutkan intensitas penyinaran matahari di Nusa Tenggara Barat rata-rata sebesar 4,52 watt per meter persegi per jam.

Hasil pengukuran yang dilakukan pada September sampai Januari 2015 di Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat terungkap radiasi energi surya dominan tinggi dengan kisaran rata-rata 762,95 watt per meter persegi.

Data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sekarang menjadi BRIN serta Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) sekarang menjadi BMKG melalui pengukuran yang dilakukan dari tahun 1965 sampai 1995 menyatakan Nusa Tenggara Barat punya intensitas radiasi matahari paling tinggi di Indonesia.

Intensitas radiasi matahari di Nusa Tenggara Barat terutama Kabupaten Sumbawa mencapai 5.747 watt hour per meter persegi, lalu diikuti oleh Jayapura di Papua dengan intensitas radiasi matahari sebesar 5.720 watt hour per meter persegi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.