Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program MBG jadi Berkah bagi Para Petani di NTT

📅 Senin, 23 Feb 2026, 14:00 WIB | Oleh:
Program MBG jadi Berkah bagi Para Petani di NTT  Doc: Humas Bakom RI

MANGGARAI - Keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberi berkah untuk petani di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Petani menerima tingginya pesanan dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Petani asal Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, Gili Jenadi, mengatakan permintaan dari dapur MBG sangat tinggi. Gili menanam berbagai jenis sayuran seperti wortel, tomat, dan cabai keriting.

“Permintaannya banyak, petani tidak memenuhi. Tahun 2025 kemarin, saya punya buncis kurang lebih 3 ribu pohon, habis untuk program MBG,” kata Gili seperti dalam keterangan tertulis yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Minggu (22/2).

Gili mengatakan awalnya hanya menanam buncis di lahan miliknya dan permintaan tinggi, bahkan SPPG memborong sayurannya. Kemudian ia menanam cabai keriting dan tomat bahkan jangka panjang, Gili akan menanam brokoli.

Gili meyakini prospek bisnis sayur mayur sangat bagus sehingga ia berani menanam aneka sayuran. Gili yang awalnya tidak pernah menanam wortel namun ia kini berani menanam wortel karena permintaan tinggi.

“Berani menanam wortel, sebelumnya saya tidak berani. Kebutuhan wortel sangat tinggi sekali untuk MBG,” ucap dia.

Adapun Mikael Jehudu, Ketua Kelompok Tani Harapan Baru Kelurahan Wali menanam mentimun, daun bawang dan terong. Mikael bersyukur MBG membeli sayurannya dengan harga yang tinggi.

Ia mencontohkan sebelum ada MBG, harga jual ketimun Rp1.000 hingga RP1.500 per kilogram. Kini dapur MBG membeli ketimun dengan harga Rp10.000-Rp12.000 per kilogram.

Mikael bercerita, sebelum ada MBG, mentimun jenis baru yang dia tanam hanya dihargai Rp 1.000 per kilogram, paling baik Rp 1.500 per kilogram.

“Kalau di pasar umum, beberapa bulan lalu, besar-besar begini saya punya, hanya (dihargai) seribu. Kini, harga mentimun bahkan naik hingga 10 kali lipat, dapur MBG mau menyerap semua hasil tanaman,” kata Mikael.

Gili dan Mikael berharap program MBG terus berjalanan. Baginya, program MBG selain meningkatkan gizi penerima manfaat tapi juga memberi keuntungan bagi petani. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.