Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Kendari Dirikan Rumah Kemasan Produk Olahan Pangan untuk UMKM

📅 Senin, 30 Jun 2025, 22:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Kendari Dirikan Rumah Kemasan Produk Olahan Pangan untuk UMKM Doc: ANTARA 
Ket. Kepala Disperdagkop dan UMKM Kota Kendari, Syarifuddin.

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mendirikan rumah kemasan produk olahan pangan untuk mendukung pengelolaan hasil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kolam Retensi Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan UMKM Kota Kendari, Syarifuddin, saat ditemui di Kendari, Senin (30/6), mengatakan bahwa bangunan rumah kemasan tersebut dicanangkan setelah Pemerintah Kota mendapat bantuan mesin produksi kemasan untuk pengelolaan hasil UMKM dari Kementerian pada 2024 lalu.

Syarifuddin menyampaikan bangunan rumah kemasan tersebut didirikan di Area PLUT, karena efisiensi anggaran yang dialokasikan. Selain itu, tempat tersebut didirikan karena bahan baku, mesin dan pengelolanya sudah terbentuk.

"Karena kemarin kami minta alokasi untuk pembangunan rumah kemasan Rp1 miliar, tapi karena efisiensi anggaran disiapkan Rp200 juta, jadi kami tempatkan di PLUT. Itu bahan baku sama mesinnya sudah ada tinggal beroperasi," ungkap Syafruddin.

Syafruddin menerangkan alasan Disperdagkop dan UMKM mendirikan rumah kemasan guna membantu menyediakan kemasan untuk produk-produk hasil olahan pangan atau UMKM yang ada di Kendari.

Menurutnya, kemasan olahan pangan yang ada di Kendari kebanyakan diproduksi di luar Kota Kendari atau Sulawesi Tenggara.

Ia menambahkan bahwa karena produk kemasan itu didatangkan dari luar kota Kendari justru memperhambat pertumbuhan UMKM karena harus mengeluarkan biaya lebih bahkan memakan waktu lama untuk mendapat produk kemasan tersebut.

"Nanti di rumah kemasan itu kami siapkan yang lebih murah, tapi kualitasnya tetap sama dengan yang dari luar karena alatnya sama untuk produk olahan pangan. Sehingga UMKM tidak perlu lagi membeli dari luar," tambah Syarifuddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.