Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Urai Kepadatan Pemudik, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Berlakukan Pola 'TBB'

📅 Senin, 16 Mar 2026, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Urai Kepadatan Pemudik, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Berlakukan Pola 'TBB' Doc: ANTARA
Ket. Pemudik sepeda motor turun dari kapal feri di Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

BANYUWANGI - Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, memberlakukan pola penuh "tiba bongkar berangkat" (TBB) bagi kapal perbantuan untuk mengurai kepadatan dan antrean pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

"Pemberlakukan pola penuh TBB di Dermaga III Pelabuhan Ketapang mulai diterapkan hari ini, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari percepatan layanan," kata Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale dalam keterangannya di Banyuwangi, Minggu.

Dia menjelaskan, kapal feri yang tiba di Dermaga III Pelabuhan Ketapang hanya melakukan proses bongkar tanpa memuat kendaraan dari Ketapang (Banyuwangi).

Untuk mengurai kepadatan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, lanjut Windy, ASDP juga terus melakukan koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk KSOP, Kepolisian, TNI dan pemerintah daerah, untuk mempercepat pengaturan operasional di lapangan serta memastikan pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan tetap terkelola dengan baik.

Mengenai optimalisasi layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk seiring meningkatnya pemudik menjelang penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi, kata dia, saat ini sebanyak 35 kapal dioperasikan selama 24 jam untuk melayani arus kendaraan dan penumpang dari Bali menuju Jawa.

"ASDP melakukan penambahan tujuh kapal dari normal 28 kapal, sehingga saat ini total 35 kapal beroperasi bergantian selama 24 jam di. Dengan armada yang bergerak nonstop, kapasitas angkut meningkat sehingga proses penyeberangan dapat berlangsung lebih cepat dan antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap," kata Windy.

Menurut dia, peningkatan pergerakan kendaraan terjadi seiring tingginya mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik yang hendak menyeberang menjelang penutupan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk (Bali) saat Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.

"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," tutur Windy Andale.

Dia menambahkan, operasional di lintasan Ketapang-Gilimanuk juga didukung 17 dermaga aktif, terdiri dari 9 dermaga di Pelabuhan Ketapang (4 MB, 3 LCM, 1 ponton, 1 Bulusan) dan 8 dermaga di Pelabuhan Gilimanuk (4 MB dan 4 LCM).

"Dermaga LCM difokuskan melayani kendaraan logistik guna menjaga kelancaran distribusi barang sekaligus memisahkan arus kendaraan besar dengan kendaraan penumpang," kata Windy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.