Pemkab Banyumas Teliti Pengaruh Tahun Ajaran Baru bagi UMKM Konveksi
📅 Kamis, 04 Jun 2026, 16:44 WIB | Oleh: SujarPURWOKERTO -- Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meneliti pengaruh momentum tahun ajaran baru 2026/2027 terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor konveksi dan tekstil guna mengetahui seberapa besar peningkatan omzet UMKM sektor tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi di Purwokerto, Banyumas ,Kamis, mengatakan DPKUKM selama ini belum memiliki data mengenai peningkatan permintaan seragam sekolah yang berdampak langsung terhadap pelaku usaha konveksi lokal.
"Kami akan mencoba memantau apakah setiap tahun ajaran baru memang ada tambahan omzet untuk pelaku usaha. Selama ini teman-teman pelaku usaha juga tidak pernah melaporkan apakah ada peningkatan pesanan atau tidak," katanya.
Ia mengharapkan penelitian tersebut dapat memberikan gambaran mengenai peluang dan kendala yang dihadapi pelaku UMKM konveksi menjelang tahun ajaran baru.
Menurut dia, kebutuhan seragam sekolah saat ini lebih banyak dipenuhi melalui toko yang menyediakan pakaian jadi dibandingkan melalui jasa penjahit atau konveksi skala kecil.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Masyarakat cenderung memilih produk siap pakai karena lebih praktis dan harganya lebih kompetitif,” katanya.
Ia mengatakan konveksi besar yang memproduksi dalam jumlah massal memiliki keunggulan dari sisi biaya produksi sehingga mampu menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan pelaku usaha kecil.
Selain itu, kata dia, Pemkab Banyumas juga terus mendorong penggunaan batik lokal di lingkungan sekolah sebagai upaya mendukung perajin dan pelaku usaha batik daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, sebelumnya telah ada dorongan agar sekolah-sekolah menggunakan batik produksi Banyumas sebagai seragam identitas sekolah meskipun produk dari luar daerah masih banyak beredar dan menawarkan harga lebih murah.
"Kami mendorong penggunaan batik lokal Banyumas. Memang ada produk dari luar daerah yang masuk ke sekolah-sekolah, tetapi kami berharap sekolah tetap memprioritaskan batik lokal," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas (Aspikmas) Pujianto mengatakan pelaku usaha konveksi yang menyasar pasar seragam sekolah umumnya mengalami peningkatan permintaan menjelang tahun ajaran baru.
"Kalau konveksi yang memang segmennya seragam sekolah, biasanya ada peningkatan permintaan karena kebutuhan siswa baru untuk seragam," kata dia yang juga pelaku usaha konveksi.
Meskipun demikian, ia mengakui tidak semua pelaku usaha memperoleh manfaat yang sama karena sebagian sekolah telah menjalin kerja sama dengan pemasok atau konveksi besar dari luar daerah sehingga peluang pasar bagi pelaku usaha lokal menjadi terbatas.
Menurut dia, UMKM konveksi perlu memperluas segmen pasar dan tidak hanya bergantung pada pesanan seragam sekolah agar mampu bertahan di tengah perubahan kebijakan maupun kondisi ekonomi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!