Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres Gibran: Guru dan Orang Tua Jangan Malu Belajar AI, Kalau Tidak Mau Ketinggalan Zaman

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 17:40 WIB | Oleh:
Wapres Gibran: Guru dan Orang Tua Jangan Malu Belajar AI, Kalau Tidak Mau Ketinggalan Zaman Doc: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden
Ket. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) meninjau pelaksanaan Workshop AI Ready ASEAN bertajuk “Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN” di Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3).

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa penguasaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi keharusan yang tidak boleh ditawar, baik bagi tenaga pendidik maupun orang tua.

Saat meninjau pelaksanaan Workshop AI Ready ASEAN bertajuk Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN di Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3), Wapres mengingatkan agar para guru tidak ragu untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah akselerasi digital yang kian masif. Menurutnya, adaptasi teknologi yang dibarengi dengan penguatan kemampuan berpikir kritis

Sebagaimana keterangan yang diterima, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong penguatan penguasaan sains dan teknologi, termasuk AI, sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Gibran mengingatkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi bukan semata tanggung jawab generasi muda.

Tenaga pendidik dan orang tua juga dituntut untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri agar mampu membimbing anak-anak secara optimal di tengah akselerasi era digital.

"Orang tua murid, guru-guru juga jangan sampai ketinggalan. Jangan malu untuk meng-upgrade (meningkatkan kapasitas) diri," ucapnya.

Menurutnya, penguasaan AI akan membuka akses terhadap informasi dan pengetahuan yang lebih luas.

Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir kritis agar setiap informasi yang diperoleh dapat disaring, dianalisis, dan dimanfaatkan secara tepat.

"Critical thinking (berpikir kritis) tetap harus dinomersatukan, berpikir komputasional juga harus dinomersatukan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wapres menegaskan kemajuan teknologi, termasuk AI, merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Kehadirannya perlu dipandang sebagai instrumen strategis yang mendukung aktivitas manusia di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi.hingga pelayanan publik.

Oleh karena itu, pemanfaatan AI harus dilakukan secara bijak, beretika, dan sesuai fungsinya.

Adaptasi yang tepat dari guru dan orang tua diharapkan mampu memastikan generasi muda tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab serta kedewasaan dalam memanfaatkan teknologi.

Menutup arahannya, Wapres kembali menegaskan urgensi peningkatan kapasitas diri bagi para pendidik.

"Sekali lagi ya saya titip, ibu guru, bapak guru ini tidak boleh ketinggalan. Dan jangan malu untuk me-upgrade diri," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.